Unduh Aplikasi

Modal Diharap, Modal Tak Datang

Modal Diharap, Modal Tak Datang
Ilustrasi: style

KRITIK Firmandez, bekas Koordinator Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Papua dan Keistimewaan Yogyakarta,  terhadap lambannya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe di Aceh harusnya jadi perhatian serius. Terutama bagi Pemerintah Aceh yang berkewajiban untuk menjadikan kawasan itu sebagai pendorong pembangunan ekonomi kawasan dan pengentasan kemiskinan di Aceh.

Saat ini, Firmandez mengatakan KEK Arun Lhokseumawe memerlukan komitmen penyertaan modal dari para konsorsium. PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) sudah merealisasikan penyertaan modal. Namun konsorsium lain, seperti Pertamina dan Pelindo 1, dikabarkan belum menyetorkan kewajiban mereka.

Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe merupakan tanggung jawab semua pihak, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh harus lebih peduli untuk pengembangannya, karena KEK itu merupakan proyek negara.

Karena itu, konsorsium harus didorong untuk menunaikan komitmen mereka agar KEK Arun secepatnya berkembang. Setoran modal dari konsorsium sangat penting agar tidak ada lagi alasan tidak ada anggaran operasional.

Namun melihat kinerja PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA), sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP), kondisi ini tidak lah terlalu mengherankan. PATNA seharusnya bekerja ekstra keras untuk mendorong agar semua pihak yang terlibat dalam konsorsium ini hadir.

Pemerintah Aceh pun tak boleh membiarkan PATNA jalan sendiri tanpa pengawasan. Lenyapnya nama KEK Arun dari daftar 18 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) harus jadi pelajaran. 
Karena itu, penting bagi Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi total kondisi KEK Arun-Lhokseumawe ini secara menyeluruh.

Tak ada lagi waktu untuk berleha-leha. Semakin dibiarkan, kondisi ini akan semakin buruk. Jangan biarkan modal besar Aceh untuk kemandirian ekonomi itu karam hanya karena ketidakcakapan orang-orang yang mengelolanya. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...