Unduh Aplikasi

Mobil Rental Acara TTG Berasal dari Medan

BANDA ACEH – Para pengusaha jasa rental mobil yang terhimpun dalam Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (ASPERKINDO) Aceh mengaskan, kendaraan yang digunakan di kegiatan PIN/TTG berasal dari Medan dan bukan milik jasa rental di Banda Aceh.

Sebelumnya diberitakan bahwa peserta kegiatan Pekan Inovasi Perkembagan (PIN) Desa/kelurahan Nasional dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke 17 itu ada yang mengeluh atas tingginya harga sewa mobil hingga Rp 800.000.(Baca: Peserta TTG Keluhkan Tingginya Harga Sewa Mobil)

Juru bicara ASPERKINDO, Ammar Fuad, menegaskan bahwa mobil yang digunakan selama kegiatan PIN/TTG bukanlah milik pengusaha jasa rental yang ada di Banda Aceh, melainkan mobil rental yang berasal dari medan.

“Mobil yang digunakan dalam acara tersebut berasal dari medan, bukan dari kita,” kata Amar Fuad dalam konferensi pers yang digelar Senin (19/10) di Warkop Jeep Kupi Banda Aceh.

Ia juga mencurigai bahwa ada permainan ketua DPD Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (ASPERKINDO) Aceh, Supriadi dengan panitia acara.

Selama ini, kata Amar, Supriadi jalan sendiri tanpa melibatkan anggota dalam rangka lobi-lobi kegiatan bisnis yang mereka nilai tidak transparan. Sehingga itu yang menjadi dasar mereka melayangkan mosi tidak percaya kepada ketua asosisasi dari pengusaha jasa rental mobil itu.

Diduganya ada permainan Supriadi pada kegiatan PIN/TTG itu juga dikuatkan oleh Siswanto, pemilik usaha rental CV Mita Sejati. Menurut pengakuannya bahwa pada tanggal 3 Oktober lalu, Asperkindo Aceh akan dilibatkan pada kegiatan PIN/TTG sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan yang dilangsungkan di kantor Gubernur Aceh.

“Pada tanggal 3 Oktober, di kantor Gubernur Aceh disepakati bahwa Asperkindo akan terlibat dalam bidang transportasi. Namun sampai dengan acara dilaksanakan, kami tidak lagi mendapatkan informasi," ujar Siswanto.

|MITRO HERIANSYAH
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...