Unduh Aplikasi

Mobil, Modus Operasi Andalan Bermaksiat di Aceh

Mobil, Modus Operasi Andalan Bermaksiat di Aceh
Pengukuran tingkat kegelapan kaca mobil. Foto: tempo.co
BANDA ACEH – Aceh menerapkan syariat Islam. Sejumlah larangan diberlakukan, terutama berjudi, meminum minuman beralkohol dan bermaksiat. Namun ini tak membuat para pelaku takut. Di tengah sulitnya kesempatan untuk melakukan pelanggaran, setiap kesempatan dapat dilakukan untuk menyalurkan hasrat.

“Selain penginapan, hotel, warung remang-remang, dan tempat-tempat sepi lainnya, para pelaku juga melakukan perbuatan-perbuatan melanggar syariat, terutama berkhalwat (berzina) di dalam kendaraan. Ini adalah cara mudah dan murah,” kata Kepala Seksi Pelanggaran dan Penegakan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Nasrul, Kamis (11/8).

Para pezina di modil, kata Nasrul, bahkan tak memedulikan kondisi lingkungan sebelum melakukan perbuatan terlarang itu. Bahkan di dalam keramaian pun, tindakan ini dilakukan.

Kendaraan-kendaraan ini, kata Nasrul, menggunakan kaca gelap di atas 60 persen. Sehingga kelakuan para pelaku di dalamnya tidak terlihat. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan larangan penggunaan kaca tersebut. Selain rawan kemaksiatan, juga rawan terhadap aksi kejahatan.
“Kaca film itu seharusnya tidak boleh lagi ada yang di atas 60 persen. Dalam beberapa kasus, kami bahkan menemukan tingkat kegelapan kaca film mencapai 80 persen. Ini sangat mudah dijadikan sarana bermaksiat,” kata Nasrul.

Nasrul juga menegaskan bahwa aturan di kepolisina melarang penggunaan kaca gelap di atas 60 persen. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Aturan in ijuga tertera dalam PP Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi, Permenhub Nomor 10 Tahun 2012. Dan sejumlah aturan lainnya.

“Kami akan meminta kepolisian untuk membantu mencegah kemaksiatan ini dengan menegakkan aturan tersebut,” kata Nasrul. “Kami juga berharap orang tua memantau anak-anak mereka. Mereka adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Kita harus mendidik mereka, jangan malah membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah.”

Komentar

Loading...