Unduh Aplikasi

Mobil kader Partai Aceh dirusak di Lhokseumawe

Mobil kader Partai Aceh dirusak di Lhokseumawe
Ilustrasi bentrokan, Ilustrasi bentrokan
LHOKSEUMAWE- Satu unit mobil avanza yang dibaluti stiker Partai Aceh (PA) milik Agustina Caleg DPRK Lhokseumawe. Pengrusakan terjadi pada Rabu, (26/2) sekitar pukul 15.30 Wib, di Gampong Hagu Selatan Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Pelaku sebanyak enam orang, mereka membawa parang dan pedang samurai.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan pelaku enam orang lengkap dengan senjata tajam, tiba-tiba langsung mengobrak-abrik mobil Avanza BK 1468 ZN milik Agustina sedang diparkir di lorong 1 Hagu selatan, Ujong Blang bersama keluarganya.

"Setelah itu Agustina bersama keluarganya langgsung melarikan diri dari aksi brutal itu dan disaksikan sejumlah warga setempat," kata sumber AJNN.Net yang tak bersedia disebut nama.

Beberapa menit kemudian tim Satgas PA langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), dibantu tim Polsek Banda Sakti dan Polres Lhokseumawe. Hingga kini kabarnya pelaku belum berhasil ditangkap.

Sementara mobil tersebut sudah dibawa Ke Polres Lhokseumawe.

Kejadian bermula pada dugaan pemukulan dan pengroyokan kader Partai Nasional Aceh (PNA) Ilyas Syafi'i yang sedang memasang baliho di Jalan Samudra, Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kemudian seseorang berinisial Sz datang bersama teman lainnya sebanyak 5 orang menggunakan mobil jenis Senia berbalut stiker Caleg Partai Aceh Agustina, kemudian mereka diduga langsung mengeroyok dan memukul Ilyas Syafi'i.

Hal ini dibenarkan oleh juru bicara DPP PNA Thamren Ananda yang dikonfirmasi AJNN.Net malam tadi di Haba Cafe Banda Aceh.

"Saya sudah terima laporan, memang benar ada kejadian seperti itu," kata Thamren.
Thamren menjelaskan, setelah terjadi dugaan tersebut masyarakat disekitar langsung melerai.

"Maka saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah melerai kejadian tersebut," kata Thamren.
Peleraian tersebut kata dia sangat bermanfaat menginngat sudah satu kader PNA yang dikeroyok hingga meninggal.

"Kita sangat takut kejadian yang menimpa M.Juwaini terulang," kata Thamren.
Namun Thamren menegaskan, soal perusakan mobil kader milik Partai Aceh sama sekali tidak ada kaitannya dengan kader Partai Nasional Aceh.

Kata Thamren memang sempat terjadi bentrok, dimana masyarakat setempat melerai dengan masa yang lebih banyak sehingga Sz dan teman-temannya langsung pergi.
Kejadian tersebut terjadi sore hari kemarin dan pihak Polresta Kota Lhokseumawe langsung mengamankan tempat kejadian.

| RAZALI| FIQIH

Komentar

Loading...