Unduh Aplikasi

MK Kabulkan Gugatan Abdullah Puteh, DPRA: Itu Putusan Sepihak

MK Kabulkan Gugatan Abdullah Puteh, DPRA: Itu Putusan Sepihak
LHOKSEUMAWE - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Azhari Cage menilai putusan MK yang mengabulkan gugatan Abdullah Puteh terhadap pasal 67 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh merupakan putusan sepihak. Dia menyebutkan, putusan itu tanpa koordinasi dengan Pemerintah Aceh maupun DPR Aceh.

"Padahal jika merujuk pada pasal 269 UUPA disebutkan bahwa rencana perubahan Undang-undang yang menyangkut dengan Aceh harus terlebih dahulu berkordinasi atau berkonsultasi dengan DPR Aceh. Maka terkait putusan MK tersebut, juga harus mendapatkan pertimbangan dari DPR Aceh,“ sebutnya.

Azhari menambahkan, putusan MK  yang membolehkan Abdullah Puteh maju pada Pilkada 2017 mendatang merupakan pelecehan serta pengingkaran negara terhadap Aceh, dengan mengotak-atik perjanjian yang pernah disepakati bersama.

“ Ini yang sangat kita sesalkan atas keputusan sepihak itu. Dan DPR Aceh tidak akan membiarkan hal tersebut. Bila kita diam maka satu persatu UUPA akan hilang nantinya,“ ujar Cage.

Dikatakan Cage, Komisi I DPR Aceh dalam waktu dekat akan duduk bersama Biro Hukum Pemerintahan Aceh, untuk membahas  masalah tersebut, serta akan melakukan kordinasi dengan Pemerintah Pusat.

"UUPA merupakan keistimewaan bagi Aceh yang harus dihormati oleh Pemerintah Pusat sebagaimana diatur dalam Undang-undang,“ tegasnya.

Untuk diketahui, Abdullah Puteh menggugat pasal 67 ayat (2) huruf g UU Pemerintahan Aceh yang menyebutkan calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan walikota/wakil walikota harus memenuhi persyaratan tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara minimal lima tahun berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali tindak pidana makar atau politik yang telah mendapat amnesti/rehabilitasi.

Aturan itu menghambat Abdullah Puteh maju sebagai calon gubernur Aceh karena pernah dipidana 10 tahun penjara karena kasus korupsi pembelian helikopter.

Komentar

Loading...