Unduh Aplikasi

MK Hentikan Tiga Gugatan Pemilu di Aceh

MK Hentikan Tiga Gugatan Pemilu di Aceh
Ilustrasi. Foto: ZonaSultra.com

BANDA ACEH - Mahkamah Konstitusi (MK) tidak melanjutkan persidangan sengketa Pemilu 2019 di Aceh yang dimohonkan oleh tiga partai politik.

Sengketa yang tidak dilanjutkan ke tahapan pembuktian tersebut yakni gugatan yang dimohonkan oleh Partai Aceh, Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya.

Berdasarkan salinan surat putusan MK, adapun perkara yang dihentikan atau tidak dilanjutkan pada tahapan pemeriksaan persidangan dengan agenda pembuktian antara lain.

Gugatan yang dimohonkan Partai Aceh dengan nomor perkara 46-15-01/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 terhadap sengketa pemilihan DPRA Dapil 4 (Aceh Tengah-Bener Meriah). Perkara ini dihentikan karena terdapat pertentangan dalam petitum (permohonan yang dimohonkan).

Kemudian, gugatan yang dimohonkan Partai Demokrat dengan nomor perkara 66-14-01/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 terkait sengketa Pemilu DPRK Kabupaten Aceh Singkil Dapil 3.

Perkara tersebut dihentikan MK karena petitumnya tidak meminta pembatalan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019 tentang penetapan hasil pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD, DPR Provinsi, dan DPR kabupaten/Kota secara nasional dalam Pemilu 2019, atau disebut SK KPU 987/2019

Selanjutnya, gugatan yang dimohonkan Partai Golongan Karya, dengan nomor perkara 176-04-01/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019. Perkara tersebut dihentikan karena pemohon atas nama Teuku Juliansyah tidak menyebutkan Dapil.

Perkara yang tidak dilanjutkan  ke tahap pemeriksaan 

Pada salinan putusan MK tersebut disebutkan bahwa perkara yang tidak dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pembuktian itu bakal disampaikan melalui pertimbangan hukum selengkapnya dan akan dimuat dalam putusan akhir.

Keputusan MK tersebut diambil dalam rapat permusyawaratan oleh sembilan hakim konstitusi, yaitu, Anwar Usman, selaku Ketua merangkap Anggota, Aswanto, Enny Nurbaningsih, Arief Hidayat, Manahan M.P. Sitompul, Saldi Isra, I Dewa Gede Palguna, Suhartoyo, dan Wahiduddin Adams, pada Jum'at (19/7).

iPustakaAceh

Komentar

Loading...