Unduh Aplikasi

Tanggapan PNA Atas  Munculnya Calon Wagub Diluar Partai Pengusung

Miswar Fuadi: Kami Akan Usulkan Kader Sendiri

Miswar Fuadi: Kami Akan Usulkan Kader Sendiri
Sekjend PNA, Miswar Fuady. Foto AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Sekjend Partai Nanggroe Aceh (PNA), Miswar Fuady berpandangan siapa pun boleh menjadi wakil gubernur Aceh pendamping Nova Iriansyah di sisa masa jabatannya saat ini. Sejauh calon wakil gubernur tersebut diusulkan oleh partai pengusung dan gubernur sendiri tidak keberatan dengan nama - nama yang diusulkan tersebut. 

Hal ini menanggapi pernyataan Muslahuddin Daud, ketua PDI-P Aceh terkait menguatnya wacana  Wakil Gubernur pendamping Nova Iriansyah dari kader Partai Aceh. Menguatnya posisi kader PA ini setelah Muslahuddin melakukan pertemuan Ketua Umum Partai Aceh Muzakkir Manaf yang akrab disapa Mualem di salah satu warung kopi seputaran Pango, Banda Aceh.

Baca juga: Muslahuddin: Kami Membahas Wagub Pendamping  Nova, Mengerucut ke Kader PA

"Kita tidak melihat apakah dulu dia itu satu barisan dengan kita atau bukan," ujar Miswar Fuady kepada AJNN, Jum'at (20/11/2020).

Siapapun menurut Miswar berhak dicalonkan menjadi Wakil Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022, dengan syarat diusulkan oleh partai pengusung Irwandi - Nova (PNA, Partai Demokrat, PKB, PDA, dan PDI-P) lalu Gubernur menyepakati usulan tersebut, dan dipilih oleh Rapat Paripurna DPR Aceh.

Namun demikian, PNA kata Miswar tetap akan mengusulkan kadernya sendiri dalam hal pengisian posisi wakil gubernur ini. Tapi semuanya juga tergantung dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Hal ini dikarenakan waktu sudah sangat singkat, dimana waktu yang tersisa hanya ada satu bulan lagi.

Miswar juga berharap hal serupa juga dilakukan oleh partai politik pengusung yang lain. Semua partai pengusung harus duduk dengan Nova. Nanti masing-masing pimpinan partai akan meminta Nova untuk memilih. Apakah dari PNA atau dari partai lain.

Dia juga menyampaikan bahwa masing-masing partai pengusung kata Miswar sepertinya sudah menyiapkan calon. PNA mengusulkan 5 kandidat calon, kemudian PDI-P ada 3 calon, PKB ada 2 calon dan PDA ada 1 calon. 

"Untuk memanfaatkan waktu satu bulan ini kenapa tidak kita sepakati saja. Ketika kita menunjukkan sejumlah nama kader misalnya PNA dan Pak Nova memilih dari kami, maka selesai. Itu yang kita sepakati di internal PNA," ungkap Miswar.

Miswar juga mengajak semua pimpinan partai pengusung untuk bertemu dengan Nova guna membahas dua nama yang dikehendakinya. Hal ini dimaksudkan agar proses penentuan dua nama yang akan diusulkan tidak berlarut-larut mengingat waktu yang sudah sangat mepet. 

"PNA sendiri berpikir, agar tidak berlarutnya pembahasan Calon Wakil Gubernur Aceh. Kita jumpai saja Pak Nova, untuk mendiskusikan secara langsung 2 (dua) orang Calon Wakil Gubernur yang dikehendaki beliau," sambung Miswar.

Apabila Nova telah memilih dua nama, maka partai pengusung wajib komit untuk menandatangani usulan 2 (dua) nama tersebut, siapapun orangnya.  Baik yang berasal dari partai pengusung ataupun dari partai lain yang bukan pengusung.

"Maka Nova Iriansyah tinggal memilih saja dan kita akan segera menandatangani supaya prosesnya menjadi cepat. Itu yang kami harapkan," ujar Miswar.

Hal ini menurut Miswar merupakan langkah tepat agar dalam tempo satu bulan ini sudah ada calon wakil gubernur dari partai pengusung, lalu disetujui oleh Gubernur Aceh dan segera disampaikan ke DPR Aceh untuk  diparipurnakan.

Sikap PNA dalam hal ini sangat moderat dengan prinsip "win-win solution", dimana mempersilahkan semua partai pengusung mengajukan nama baik dari internal maupun eksternal partai tersebut.

"Kalau seandainya Pak Nova tidak memilih kader PNA, maka kami harus berlapang dada," ujarnya.

PNA sendiri secara resmi belum mengadakan rapat terkait hal ini. Baik  rapat harian maupun pleno. Tapi menurut Miswar mereka sudah menyiapkan nama-nama yang berada dari internal. 

Ada beberapa nama yang muncul yaitu, Irwansyah alias Muksamina, Samsul Bahri alias Tiong, dan Darwati A Gani, selain itu juga muncul nama lain seperti Abrar Muda serta Muhammad MTA.

"Nama-nama tersebut yang akan dorong atau diusulkan kepada Nova Untuk dipilih. Kami sengaja mengusulkan banyak nama dengan tujuan tidak ada perpecahan di internal kami. Ngapain bersitegang kalau ternyata sampai pada Nova ternyata juga belum tentu diterima," ujar Miswar.

"Saya berikan pemahaman kepada beberapa teman, ayo kita berlapang dada dalam hal ini dan mempersilahkan pak Nova memilih sendiri dan agar kami tidak terkotak-kotak secara internal nantinya," sambung Miswar.

Masalahnya menurut Miswar, sejauh ini partai politik pengusung juga belum pernah berdiskusi dan bertemu terkait pengusulan Wagub Aceh. Terlepas dari hal itu,  dia berharap pengisian posisi Wagub ini segera dilakukan dalam waktu dekat agar dapat meringankan beban bagi Nova dalam menjalankan roda pemerintahan yang dipimpinnya.

"Karena kasihan juga beliau memimpin Aceh ini sendiri. Kalau ada wakil, tugas beliau kan akan lebih ringan. Sehingga 15 program unggulan Aceh Hebat dapat terwujud," pungkas Miswar Fuady.

Komentar

Loading...