Unduh Aplikasi

Misteri Mayat di Kebun Jagung Terungkap, Korban Dibunuh Teman Dekat

Misteri Mayat di Kebun Jagung Terungkap, Korban Dibunuh Teman Dekat
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo dalam konferensi pers. Foto: AJNN/RIKI.

ACEH TENGGARA - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara berhasil ungkap misteri penemuan mayat pada Rabu 7 April 2021 lalu di kebun jagung milik salah seorang warga Desa Amaliah Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara. 

Selain berhasil mengetahui identitas mayat yang ternyata bernama Suhendri (19), Warga Desa Kute Bunin, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara, Polisi juga berhasil mengungkap penyebab kematian korban.

Baca: Warga Agara Dihebohkan dengan Penemuan Mayat

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo dalam konferensi pers, Senin (12/4/2021) mengungkapkan bahwa korban Suhendri diduga dibunuh oleh teman dekatnya yang berinisial MS (25)warga Desa Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam Agara.

"Setelah melakukan penyelidikan, otak dari tewasnya Suhendri diduga dilakukan oleh teman dekatnya yakni tersangka MS,"  kata Wan Eko sapaan akrab Kapolres Aceh Tenggara itu, kepada sejumlah Awak media saat melakukan konferensi pers.

Baca: Pastikan Identitas Mayat di Kebun Jagung, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Menurut Wan Eko, proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya tidak berlangsung lama, yaitu kurang lebih selama dua hari dan pelaku pembunuhan berhasil diringkus pada Sabtu, 10 April 2021 di Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan oleh Satreskrim dan Intelkam Polres Aceh Tenggara. 

"Bersama tersangka, juga ikut  diamankan satu unit sepeda motor Honda CBR, warna merah  milik korbannya," ujar Wan Eko.

Lebih lanjut Wan Eko mengatakan bahwa MS diduga melakukan tindakan pembunuhan berencana. Atas perbuatannya tersebut, tersangka dapat dijerat dengan pasal 338 jo 340 jo 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sebelumnya penyebab tewasnya Suhendri sempat menjadi misteri. Pasalnya, terlihat dari  kondisi jasadnya yang ditemukan sudah membusuk dikebun jagung. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pihak kepolisian dan Rumah Sakit, Suhendri diperkirakan tewas seminggu sebelum jasadnya ditemukan oleh warga. 

Untuk mengungkap misteri kematian pemuda yang berumur 19 tahun tersebut, Kapolres Aceh Tenggara mengerahkan tim Satreskrim dan intelkam Polres Agara untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Agara, Suparwanto. Tidak butuh waktu lama misteri tewasnya Suhendri berhasil di ungkap oleh pihak kepolisian.

Baca: Identitas Mayat di Kebun Jagung Terungkap

Dalam berita sebelumnya warga Desa Almaliah Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, dihebohkan dengan penemuan sosok mayat di perkebunan warga, Rabu (7/4).

Warga Desa setempat, Rudi Tarigan membenarkan adanya penemuan mayat di daerah perkebunan warga, kondisi mayat sudah membusuk. Mayat tersebut berjenis diduga berjenis kelamin Laki-Laki.

Dikatakan Rudi, mayat tersebut di duga warga dari luar desanya, karena selama ini warga desanya tidak ada yang pernah hilang sama sekali.

Sejauh ini pihak kepolisian telah turun ke lokasi penemuan mayat itu untuk melakukan evakuasi serta melakukan pemeriksaan guna mengetahui indentitas mayat tersebut.

Selanjutnya Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara  (Agara) masih menunggu hasil Autopsi terhadap mayat yang ditemukan Rabu (7/4/2021) di kebun jagung warga yang berada di Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam. Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian dan identitas mayat.

Hal itu disampaikan oleh Wakapolres Agara, Kompol Teuku Zainal Amri kepada sejumlah wartawan Rabu (7/4/2021) di RSUD Sahuddin Kutacane.

"Untuk dugaan Sementara, masih dalam proses penyelidikan," ujar Teuku Zainal.

Lebih lanjut Teuku Zainal menjelaskan bahwa mayat tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat yang bernama Darmansyah sekitar pukul 10:30 WIB. Saat itu Darmansyah hendak memperbaiki saluran air di kebunnya.

Tiba-tiba Darmansyah mencium bau busuk, lalu dia mengecek asal bau tersebut.

"Setelah dicek, bau tersebut ternyata berasal dari sesosok mayat. Kemudian saudara Darmansyah melaporkan penemuan mayat  kepada Polsek setempat," ujar Teuku Zainal.

|RIKI

Komentar

Loading...