Unduh Aplikasi

Misteri hilangnya harta benda korban tsunami Aceh

Misteri hilangnya harta benda korban tsunami Aceh
7 tsunami
BANDA ACEH-10 Tahun sudah bencana gempa dan tsunami Aceh berlalu. Tapi, masih banyak misteri yang belum terungkap dan diketahui masyarakat luas. Salah satunya mengenai keberadaan harta benda milik korban tsunami. Hingga saat ini, tak ada penjelasan tentang misteri ini.

Padahal saat dilakukan operasi SAR, banyak sekali korban ditemukan bersama hartanya. Harta korban yang ditemukan berupa perhiasan, emas, permata, uang dan lainnya bak raib tak tahu rimbanya. Lalu ke mana perginya harta korban tsunami itu?

Seorang koordinator relawan tsunami 2014, Murthalamuddin kepada VIVAnews menceritakan perihal misteri harta korban tsunami.

Murthalamuddin mengisahkan, pasca tsunami melanda, ia dan relawan lainnya bertugas mencari dan mengevakuasi jenazah untuk dikumpulkan di satu posko penampungan jenazah sementara.

Tak hanya mengevakuasi jasad korban, relawan saat itu juga bertugas mengumpulkan harta berbenda milik korban yang ditemukan pada jenazah.

“Saya mengumpulkan banyak harta korban. Emas, uang, dan surat-surat penting lainnya. Waktu itu, setelah saya kumpulkan, saya titip ke relawan yang saya bawa dari sebuah pondok pesantren dari Aceh Utara,” ungkap Murthala, Kamis 25 Desember 2014.

Tapi seiring waktu berjalan, ia dan relawan lain tidak tahu ke mana harta yang telah dikumpulkan itu. "Saat itu kami tidak memikirkan itu, karena memang korban sangat banyak," ujarnya.

Harta Ikut Dikuburkan

Tidak semua harta benda yang melekat pada tubuh korban sempat diamankan relawan. Masih banyak harta benda yang berada di tubuh korban saat jenazah korban akan dimakamkan secara massal.

"Masih banyak harta terutama emas dan uang yang dikuburkan bersama jasad," paparnya.

Sebagian besar harta sulit diambil dari tubuh korban karena kondisi jenazah sudah membengkak dan ada juga yang sudah rusak.

"Seperti cincin, tidak mungkin dibuka dari jari tangan yang sudah mulai bengkak. Uang di saku baju korban," jelasnya.

Sangat disayangkan, di saat bencana melanda, ada saja tangan jahil yang tega memanfaatkan kondisi.

Saat operasi pencarian jenazah korban tsunami, banyak sekali orang yang menjarah harta benda milik korban. Baik itu yang masih melekat di tubuh korban maupun harta benda yang ada di dalam rumah.

“Banyak sekali yang ambil atau curi dari mayat-mayat itu. Bahkan pelakunya relawan dan aparat keamanan,” kata dia.

Aksi pencurian itu dilakukan secara terselubung dan tidak diketahui relawan dan aparat keamanan lainnya.

"Saat itu memang kondisi sedang tak menentu, semua fokus mengevakuasi tanpa mempedulikan keberadaan si tangan jahil," jelasnya.

Dihantui karena mencuri harta

Pasca operasi pencarian dan evakuasi korban bencana, perlahan misteri pelaku pencuri harta benda milik korban bencana terkuak.

Banyak sekali pelaku pencuri harta yang dikabarkan dihantui perasaan bersalah usai mencuri harta milik korban.

“Ada yang dihantui, ada juga yang gila. Beberapa relawan tsunami itu bahkan hampir gila sepulang evakuasi,” paparnya.

Tak hanya Murthalamuddin, cerita serupa juga diungkapkan seorang warga Meulaboh bernama Bahtiar kepada VIVAnews.

“Ada orang yang dihantui karena ambil uang dan emas korban tsunami. Ia ambil cincin dan kalung dari korban waktu itu,” ujar Bahtiar.

Kini 10 tahun bencana terbesar dalam sejarah itu berlalu. Misteri keberadaan harta benda milik korban gempa tsunami pun perlahan terlupakan.

Pemerintah juga seolah tak sadar ada hak korban dan keluarga korban yang harus diperjuangkan di bencana gempa dan tsunami.

Semoga apa yang terjadi bencana gempa dan tsunami Aceh ini menjadi pelajaran berarti bagi kita semua.

VIVA

Komentar

Loading...