Unduh Aplikasi

Miris, Realisasi Investasi Asing di Aceh Rangking Terakhir

Miris, Realisasi Investasi Asing di Aceh Rangking Terakhir
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh di bawah kepememimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sepertinya masih gagal dalam mendatangkan investor asing. Terbukti Aceh menjadi provinsi paling terakhir dalam realisasi investasi penanaman modal asing (PMA).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis sepanjang 2017 lalu investasi penanaman modal asing (PMA) di Aceh hanya mencapai 8,8 dolar AS dari 75 proyek. Fakta tersebut berbanding terbalik dengan kerja-kerja yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh, dalam melakukan promosi ke luar negeri.

Rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait realiasi investasi penanaman modal asing di seluruh provinsi di Indonesia. Foto: Ist

Koordinator Gerakan Anti Korupsi Aceh Askhalani mengatakan fakta tersebut harus menjadi catatan bahwa kerja-kerja selama ini dalam kunjungan kerja ke luar negeri belum memberikan dampak yang nyata terhadap Aceh. Terbukti Aceh masih belum bisa menjadi primadona dalam menanamkan modal asing.

"Ini harus menjadi cacatan bagi Pemerintah Aceh, perlu adanya evaluasi terhadap kerja-kerja dinas terkait dalam melakukan promosi Aceh. Jangan sampai uang rakyat habis dikuras untuk promosi, namun hasilnya tidak ada," kata Askhalani kepada AJNN, Senin (15/1).

Padahal, kata Askhal, setiap tahunnya anggaran untuk promosi Aceh selalu dianggarkan. Namun faktanya Aceh belum bisa bangkit untuk menjadi provinsi yang layak untuk menanamkan modal dari luar. Apalagi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf hampir setiap bulannya kunjungan ke luar negeri untuk mempromosikan Aceh.

"Faktanya hingga kini belum ada, Aceh masih menduduki peringkat paling akhir dari 34 provinsi, artinya investor luar belum mau menanamkan modalnya di Aceh," jelasnya.

Usulan anggaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh untuk tahun 2018 khusus promosi Aceh. Foto: Ist

Bahkan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh tahun 2018 sudah mengusulkan dana mencapai Rp 22 miliar khusus untuk mempromosikan Aceh baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Anggaran tersebut terbagi dari beberapa kegiatan yang bertujuan mempromosikan Aceh.

"Gubernur perlu mengevaluasi kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh, bagaimana mungkin, anggaran besar, tapi hasil tidak ada. Jadi promosi Aceh ke luar negeri selama ini tidak ada manfaat kalau hasilnya seperti ini. Dan masih berani mengajukan anggaran yang mencapai Rp 22 miliar," ungkap Advokat Muda itu.

Komentar

Loading...