Unduh Aplikasi

Minta BLT Dibagi Rata, Warga Kampung Negeri Antara Demo di Kantor Desa

Minta BLT Dibagi Rata, Warga Kampung Negeri Antara Demo di Kantor Desa
Unjuk Rasa warga kampung Negeri Antara, Pintu Rime Gayo di kantor desa setempat. Foto untuk AJNN. 

BENER MERIAH - Warga Kampung Negeri Antara, KM 40, Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG), Bener Meriah melakukan unjuk rasa (Demonstrasi). Unjuk rasa tersebut dilakukan untuk menuntut pihak aparatur kampung setempat untuk membagikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara merata kepada seluruh warga Kampung.

Namun permintaan mereka pada unjuk rasa hari pertama, Selasa (2/6/2020) tidak bisa dipenuhi karena sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari Pemkab Bener Meriah dan bertentangan dengan Permedes No 6 tahun 2020 pasal 8A dan Permenkeuangan No 40 tahun 2020 pasal 32. Dalam aturan tersebut ada sejumlah kriteria siapa saja yang berhak menerima BLT.

"Pada unjuk rasa kemarin, mereka minta BLT dibagi rata, tapi kita sampaikan bahwa BLT yang disalurkan Reje Negeri Antara sudah sesuai dengan ketentuan," ujar Camat Pintu Rime Gayo (PRG), Eddy Iwansyah Putra kepada AJNN, Rabu sore (3/6/2020) melalui pesan WhatsApp.

Pihak kecamatan dan aparatur kampung juga secara detail menjelaskan aturan tersebut kepada warga yang mengadakan unjuk rasa. Pihak kecamatan juga memperkuat pernyataan mereka dengan memperlihatkan surat dari inspektorat kabupaten Bener Meriah.

Hari ini, unjuk rasa kembali digelar. Pengunjuk rasa menginginkan Reje Negeri Antara, Riskanadi, mundur dari jabatannya dengan alasan tidak sanggup. Namun mereka tidak secara spesifik menjelaskan apa alasan mereka meminta Reje mundur dari jabatannya.

"Kami pun kurang memahami maksud Reje tidak mampu. Tentunya tuntutan masyarakat agar Reje mundur, harus memenuhi ketentuan tata cara pengangkatan dan pemberhentian Reje," ujar Edi.

Selain itu, Edi menyampaikan bahwa terkait program ketahanan pangan, di kecamatan Pintu Rime Gayo, saat ini belum ada realisasi. Hal ini disebabkan pihaknya masih menunggu juknis dari pemerintah kabupaten.

Sebagai informasi, unjuk rasa masyarakat sejak kemarin tersebut tidak ada izin menyampaikan aspirasi dari kepolisian. Bahkan menurut pengakuan dari pengunjuk rasa yang didominasi kaum ibu - ibu, mereka mendatangi kantor desa karena mendapat informasi ada pembagian BLT. Padahal di Kampung Negeri Antara, hanya ada 5 orang yang menerima BLT dan itu sudah sesuai prosedur.
 
 

Komentar

Loading...