Unduh Aplikasi

Mimpi Indah dari Dalam Kubur

Mimpi Indah dari Dalam Kubur
Ilustrasi: dribble

PERAN Badan Pengelola Migas Aceh harusnya bisa menjadi pendorong perekonomian Aceh. Di awal pembentukannya, badan ini diharapkan mampu menawarkan sesuatu yang baru bagi masyarakat Aceh untuk menikmati kekayaan alamnya. Terutama minyak bumi dan gas yang melimpah. Tidak seperti di masa lalu.

Bermodalkan Undang-Undang Pemerintah Aceh, yang notabene menjadi buah dari Perjanjian Damai Helsinki, masyarakat Aceh menikmati sesuatu yang seharusnya sejak dahulu mereka nikmati.

Namun kenyataan tak pernah seindah impian. Setelah bertahun-tahun, kedaulatan itu tak pernah benar-benar dinikmati. Ada saja tangan-tangan yang menghalangi keinginan itu. Tidak hanya minyak dan gas, dalam urusan bendera, hutan, pertambangan, dan pertanahan pun Aceh sering kali kalah oleh aturan main yang sangat birokratis buatan Pemerintah Indonesia.

Berbagai cara dilakukan untuk merintangi. Salah satunya terungkap saat Dewan Perwakilan Daerah menyambangi BPMA. Badan ini sering kali terhambat oleh tumpang tindih regulasi yang berlaku umum dan khusus. Lamanya penyelesaian urusan birokrasi ini jelas mengganggu kinerja BPMA.

Karena itu, sejumlah permasalahan yang membelit badan itu harus dibersihkan. Pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh harus mendorong agar badan ini bekerja lebih optimal. Keduanya harus lebih sering duduk bersama dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Bukan malah berlindung di balik seabrek undang-undang yang malah memberatkan langkah BPMA untuk berkembang. 

Jakarta harusnya lebih memahami, lebih dari siapapun, bahwa Aceh adalah daerah khusus. Tak peduli siapapun yang berkuasa. Dan kekhususan itu harusnya diwujudkan dengan memberikan hak kepada masyarakat Aceh, lewat lembaga-lembaga negara yang merepresentasikan Aceh. Semua itu diatur oleh konstitusi negara.

Kerena itu, Pemerintah Aceh pun tak perlu ragu untuk mengambil sikap. Sepanjang upaya itu dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Aceh tak perlu ragu bertindak. Apalah artinya damai, bila semuanya membisu. Apalah arti damai, jika otak terkubur dan terbuai oleh iming-iming kesejahteraan yang semakin sulit untuk diwujudkan. 

Komentar

Loading...