Unduh Aplikasi

Miliki Ganja, PNS Perempuan Asal Lhokseumawe Ditangkap Polisi di Aceh Tamiang

Miliki Ganja, PNS Perempuan Asal Lhokseumawe Ditangkap Polisi di Aceh Tamiang
Tiga warga Lhokseumawe yang terlibat penyalahgunaan narkotika saat diamankan personil Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang. Foto : For AJNN.

ACEH TAMIANG - Pesronil Satuan Resnarkoba Polres Aceh Tamiang menangkap seorang perempuan asal Lhokseumawe di SPBU Bukit Panjang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Perempuan tersebut berinisial MA alias Kak Cut (54) tercatat sebagai warga Dusun Lhok Jumpet, Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Kak Cut berstatus PNS. Dia ditangkap pada Sabtu kemarin (1/2).

"Dari Kak Cut, petugas mengamankan barang bukti satu tas berisikan 600 gram ganja," kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian melalui Kasubbag Humas Ipda Syafrizal kepada AJNN, Minggu (2/2).

Ipda Syafrizal menjelaskan, kronologi penangkapan bermula sekira pukul 03.00 WIB petugas dari Satresnarkoba mendapat informasi bahwa ada seorang wanita yang mencurigakan berdiri di SPBU Bukit Panjang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang dengan membawa sebuah tas kimia farma.

Mendapat info tersebut, petugas Satresnarkoba langsung menuju ke tempat tersebut dan melakukan penyelidikan dengan cara memeriksa isi tas dari wanita tersebut.

"Saat tasnya digeledah, petugas menemukan satu bungkus narkotika jenis ganja yang dikemas menggunakan kertas koran," kata Syafrizal.

Usai menemukan barang haram itu, petugas lalu melakukan interogasi terhadap perempuan tersebut.

Perempuan tersebut mengaku barang haram itu diperoleh dari Lhokseumawe dengan cara dibantu oleh kawannya berinisial PH (perempuan) dan SA (laki-laki).

Menerima pengakuan tersebut, kata Syafrizal, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya yaitu, PH (45) IRT dan SA.

PH dan SA tercatat sebagai warga Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

"Pengakuan tiga tersangka, barang haram itu diperoleh dari seorang pria beinisial AG. Kini AG telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Syafrizal.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka berikut barang bukti sebanyak 600 gram ganja telah diamankan di Polres Aceh Tamiang guna proses hukum lebih lanjut.

Komentar

Loading...