Unduh Aplikasi

Mewakili Rakyat

Mewakili Rakyat
ilustrasi.

DI tengah kondisi politik yang semakin oportunistik dan pragmatis, memprotes keberangkatan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh seperti menuang garam ke dalam laut. Ada tapi tak berasa.

Protes seperti tak cukup kuat untuk menghalangi dan mengubah niat anggota dewan. Apalagi, lembaga itu tak memiliki kekuasaan untuk mengontrol anggotanya. Masing-masing boleh melakukan apa saja. Jika ada satu orang yang dikejar, mak yang lain berlagak pilon dan sibuk mengotak-atik aturan main.

Lembaga ini memang seperti mainan. Di sinilah para politikus melampiaskan “keriangan” mereka. Persis seperti anak-anak. Mereka merasa bebas berbuat apa saja. Norma dan kepatutan seperti tak ada dalam kamus mereka. Apapun boleh dilakukan karena ini adalah lapangan mereka bermain.

Anggaran belanja Aceh pada 2022 akan semakin berkurang. Sementara pendapatan Aceh tak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Andai saja anggota dewan mau mengetatkan ikat pinggang, hal ini tentu akan berdampak signifikan di sisi penghematan.

Secara keseluruhan, menghapus kunjungan kerja ke luar negeri akan membuat dewan mudah menekan eksekutif untuk tidak melakukan hal sama. Sesuai dengan tugas mereka sebagai orang-orang yang diberikan amanah untuk mengawasi pemerintah membelanjakan uang rakyat.

Banyak hal yang seharusnya dilakukan. Salah satunya adalah dengan mendorong daerah pemilihan mereka masing-masing lebih fokus mengembangkan sumber daya manusia untuk menata perekonomian. Mendorong lebih banyak pengusaha yang mampu mengolah bahan mentah di daerah menjadi lebih bernilai. Dan akhirnya, produk-produk inilah yang menjadi sumber-sumber keuangan daerah.

Tappi tetap saja hal ini bukan urusan mudah. Karena DPR Aceh, sebagian anggotanya, lebih suka menjadikan Aceh biasa-biasa saja. Mereka enggan berubah dan berusaha mempertahankan situasi tanpa kontrol ini berlangsung lebih lama. Dengan demikian, mereka akan terus mendapatkan untung. Mereka lebih mendorong pemerintah membelanjakan uang lewat proyek ketimbang membangun sumber daya manusia dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Mereka yang masih punya akal sehat dan hati nurani di DPR Aceh juga perlu keluar dari zona nyaman. Kondisi ini harus diubah. Membiarkan rekan-rekan mereka menghambur-hamburkan uang sama saja dengan menzalimi seluruh rakyat Aceh. Lembaga ini harus kembali berfungsi normal. Dan benar-benar bekerja atas nama rakyat yang mereka wakili.

Komentar

Loading...