Unduh Aplikasi

Meski Dinyatakan Lulus, Direktur PDAM Tirta Agara tak Kunjung Dilantik

Meski Dinyatakan Lulus, Direktur PDAM Tirta Agara tak Kunjung Dilantik
Potongan salinan pengumuman hasil seleksi. Foto: Dok. AJNN

BANDA ACEH - Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim, tak kunjung menetapkan dan melantik satu dari dua nama yang dinyatakan lulus seleksi terbuka Direktur PDAM Tirta Agara Kutacane. Padahal, panitia seleksi telah menyatakan keduanya lulus berdasarkan pengumuman nomor PEG.800/42/2019, tanggal 4 November 2019 silam.

Kedua nama yang dinyatakan lulus sebagai calon Direktur PDAM Tirta masa jabatan 2019-2023, yaitu Edi Sabara dan Hasan Basri. Nilai akhir Edi dalam seleksi itu adalah 7,08 dan Hasan 7,05. Sementara, dalam klasifikasi nilai UKK yang ditetapkan Pansel, nilai mereka direkomedasikan disarankan dengan pengembangan.

Bahkan, Badan Pengawas Direktur PDAM Tirta Agara, melalui surat bernomor 06/03.07/BP-PDAM/2019 tanggal 13 November 2019, juga telah menyurati Bupati Aceh Tenggara. Badan pegawas mengusulkan agar bupati untuk dapat memilih dan menetapkan salah satu nama tersebut sebagai Direktur PDAM.

Empat bulan tanpa kepastian, peserta yang lulus seleksi menyurati Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara, pada 16 Maret 2020. Mereka memohon kepada dewan untuk mengawasi dan menindaklanjuti hasil seleksi jabatan Direktur PDAM, yang telah dikeluarkan oleh tim Pansel.

Menanggapi hal itu, DPRK melayangkan surat kepada Bupati Aceh Tenggara. Dalam surat bernomor 170/97/DPRK-AGR/III/2020, tanggal 22 Maret 2020 itu, Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza meminta kepada bupati untuk menindaklanjuti proses rekrutmen calon direktur yang telah selesai dilaksanakan.

"Dengan menetapkan dan pelantikan Direktur PDAM Tirta Agara sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," tulis Denny dalam suratnya kala itu.

Dimintai tanggapannya, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman mengatakan hal yang dilakukan bupati tersebut merupakan sebuah langkah mundur. Sebab, tidak adanya kejelasan penetapan dan kepastian waktu pelantikan calon direktur yang dinyatakan lulus seleksi.

Menurut Nasrul, hal ini tentu akan mengakibatkan manajemen perusahaan stagnan, karena belum definitifnya pimpinan perusahaan yang merupakan nahkoda manajerial. Dalam kondisi seperti, tentu yang akan dirugikan merupakan masyarakat secara luas.

"Harusnya publik dapat berharap pada pimpinan manajemen yang baru dapat memberikan pelayanan yg lebih baik, serta bertambahnya jaringan distribusi air bersih dari sekarang ada," kata Nasrul kepada AJNN, Minggu (10/5).

Dikatakannya, tahun ini Bupati Aceh tenggara Raidin Pinim memasuki tahun ketiga kepemimpinannya. Salah satu janji politik Raidin, saat mengikuti kontestasi pilkada lalu yaitu melakukan perbaikan sistem air bersih masyarakat melalui PDAM. Ia merasa aneh bagaimana mungkin, hal seperti ini bisa terjadi.

"Perbaikan PDAM Agara termasuk dalam salah satu janji politik yang pernah disampaikan, sehingga membutuhkan keseriusan bupati dalam pengelolaan PDAM tersebut," pungkas Nasrul Zaman.

Dimintai tanggapannya terkait permasalahan yang terjadi. Nomor kontak Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim dan Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, saat dihubungi AJNN tak dapat terhubung. Pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan ke nomor bupati, notifikasinya centang satu (pesan tak masuk).

Komentar

Loading...