Unduh Aplikasi

Meski Dikritik, Bimtek Agara Tetap Digelar di Sumut

Meski Dikritik, Bimtek Agara Tetap Digelar di Sumut
Bupati Aceh Tenggara saat membuka pelaksanaan Bimtek. Foto: Ist

ACEH TENGGARA - Bimbingan teknis (Bimtek) bagi aparatur desa Aceh Tenggara tetap digelar meski dikritisi sejumlah pihak.

Kegiatan yang digelar di hotel berbintang di Sumatera Utara itu dibuka langsung Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim, Sabtu, (17/10) .

Dalam sambutannya, Raidin menyebutkan Bimtek tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Baca: Bimtek Agara Dinilai Tidak Patut Dilaksanakan di Tengah Pandemi dan di Luar Daerah

"Pada dasarnya ada 3 kewenangan yang diberikan kepada desa yaitu, hak asal usul, kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan yang ditugaskan oleh pemerintah daerah yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Raidin juga mengingatkan kepada  seluruh peserta Bimtek, terutama bagi kepala Desa dan Perangkat Desa agar selama pelaksanaan Bimtek tidak ada yang berkeliaran atau memasuki tempat hiburan, jika ini diketahui akan dinonaktifkan

Pembuakaan Acara Bimtek tersebut juga hadiri oleh Direktur Lembaga Pusat Studi Pengembangan Eksekutif dan Legislatif (Puskulatif)  Adil Akhyar, selaku penyelengara kegiatan.

Bimtek Desa ini diikuti sebanyak 330 Pemerintah Desa, terbagi dalam tiga gelombang yang telah dijadwalkan pelaksanaanya dari 16 s/d 29 Oktober 2020.

Bimtek gelombang pertama hari ini  terdiri dari lima Kecamatan yaitu, Kecamatan Ketambe, Darul Hasanah, Badar, Deleng Pokhison dan Lawe Bulan Bulan dengan jumlah peserta sebanyak 440 peserta dari 110 desa.

Sebelumnya, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menilai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) aparat desa di Aceh Tenggara sangat mengurus anggaran. Bahkan kegiatan itu tidak etis dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Baca: Kuras Dana Desa, 1.320 Perangkat Desa Agara Bimtek di Hotel Berbintang

Kegiatan itu akan dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara. DImana pesertanya itu berjumlah 1.320 orang yang terbagi untuk 330 desa, setiap desa berjumlah empat orang.

Dimana pada tahap pertama akan diikuti sebanyak 110 desa dengan peserta sebanyak 440 orang, dan dijadwalkan acara tersebut dimulai sejak tanggal 16 sampai dengan 27 Oktober  bertempat di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis No.07, Kota Medan.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan seharusnya anggaran yang dihabiskan untuk kegiatan tersebut bisa digunakan untuk pembangunan desa, dimana setiap desa harus menyetorkan anggaran Rp 23 juta untuk kegiatan itu.

“Kami menilai itu kegiatan tidak berdampak terhadap masyarakat, malah terkesan kegiatan yang menghambur-hamburkan uang desa,” kata Askhalani kepada AJNN, Sabtu (10/10).

|JAPAR

Komentar

Loading...