Unduh Aplikasi

Mesin Pengolah Sampah Senilai Rp 1,5 Miliar Tak Difungsikan

Mesin Pengolah Sampah Senilai Rp 1,5 Miliar Tak Difungsikan
LHOKSEUMAWE - Tiga unit alat pengolahan sampah di Kota Lhokseumawe hingga kini tak berfungsi. Mesin dan bangunan dengan nilai Rp 1,5 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 diperuntukkan mengolah sampah untuk dijadikan kompos.

Informasi yang diterima AJNN, mesin berkapasitas standar tersebut sudah diserahkan pihak BLHK Kota Lhokseumawe untuk tiga desa, yakni Desa Teumpok Teungoh, dan Pusong di Kecamatan Banda Sakti, serta Desa Cunda, Kecamatan Muara Dua.

"Tempat pengolahan sampah tersebut sudah selesai 2015 lalu, tapi sampai saat ini belum difungsikan, bahkan bangunan yang ada di Blang Rayeuk Teumpok Teungoh lantainya sudah miring dan juga retak-retak," kata M Nur, warga sekitar, Kamis (11/8).

Sementara itu, Kepala BLHK Lhokseumawe Zulkifli, mengatakan unit pengolahan sampah itu sudah diserahkan ke aparat desa untuk dikelola secara swadaya. Hanya saja tak diketahui mengapa mesin-mesin itu belum difungsikan.

"Pihak desa belum memiliki tenaga skill untuk mengoperasikan mesin. Mungkin perlu ada pelatihan bagi warga yang nantinya akan menjadi pengelola serta operator. Tapi informasi pastinya harus saya tanyakan kembali ke aparat desa," kata Kepala BLHK Lhokseumawe, Zulkifli.

Dirinya menjelaskan unit pengolahan sampah tersebut tidak berada di bawah tanggung jawab BLHK, tapi langsung diawasi pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yakni Direktorat Jenderal Cipta Karya Satker Pengembangan Air Minum, Sanitasi Prov Aceh, melalui PPK Persampahan.

"Bukan di bawah pengawasan kami itu semua," ungkapnya.

Komentar

Loading...