Unduh Aplikasi

Merasa Diabaikan, Tengku Ni Tabuh Genderang Perang

Merasa Diabaikan, Tengku Ni Tabuh Genderang Perang
Tengku Ni pada acara Maulid Nabi Muhammad saw di Geudong, Aceh Utara. Foto: Safrizal
ACEH UTARA - Pimpinan Komite Peralihan Aceh wilayah Pase, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah, mengaku bosan menunggu langkah Pemerintah Pusat dalam menuntaskan isi butir kesepakatan damai Helsinki. Tengku Ni--sapaan Zulkarnaini--mengatakan terlalu banyak harapan yang disampaikan pusat.

“Kita memang dalam bingkai NKRI. Namun pusat harus komit dengan perjanjian yang tertuang dalam butir-butir MoU. Di sini kita kendalikan (kombatan) dari bawah hingga sampai ke atas untuk NKRI. Dengan harapan pusat memberikan hak-hak orang Aceh,” kata Tengku Ni di sela-sela memperingati Maulid Nabi Muhammad saw di kantor DPW PA Geudong, Aceh Utara, Kamis (7/4).

Dia juga mengingatkan pemerintah bahwa tak mudah mengendalikan keamanan di Aceh. Di pihak Gerakan Aceh Merdeka, mereka telah menghancurkan semua senjata demi rakyat Aceh. Penolakan terhadap butir-butir perdamaian dan turunan Undang-Undang Pemerintah Aceh dinilainya sebagai suruhan untuk kembali mengangkat senjata.

Dalam pidatonya, Tengku Ni menegaskan pemerintah pusat membohongi Aceh dari sisi politik dan ekonomi. Bahkan Aceh, kata dia, tidak memiliki kebebasan dalam membentuk qanun. Dia juga mengkritik sikap pemerintah pusat yang tidak memberikan bantuan kepada anak yatim piatu korban konflik.

Tengku Ni juga mengaku siap mengajak para anak tersebut, jika diperlukan, untuk melawan Pemerintah Indonesia.

Komentar

Loading...