Unduh Aplikasi

Menyulap Aceh Menjadi Lumbung Pangan Perikanan

Menyulap Aceh Menjadi Lumbung Pangan Perikanan
Ilustrasi: istock.

JIKA usulan Komite Kelautan, Perikanan dan Kenelayanan DPP PDI Perjuangan, Masady Manggeng, diterima, maka sudah sepantasnya Aceh menjadi salah satu pilihan yang perlu dipertimbangkan oleh Kementerian Kemaritiman dan Investasi dalam mengembangkan program lumbung pangan alias food estate. 

Masady mengusulkan sektor kelautan dan perikanan juga dioptimalkan sebagai lumbung pangan. Keberadaan sektor kelautan dan perikanan sangat potensial sebagai penopang swasembada pangan. Apalagi, didukung program industrialisasi perikanan saat ini.

Presiden Joko Widodo sendiri memberikan perhatian terhadap sektor ini saat menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan industri perikanan nasional. Hal ini harusnya dapat dijadikan landasan untuk mengembangkan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu lumbung pangan nasional di tengah pandemi Covid-19. 

Aceh sangat mumpuni untuk dijadikan sebagai food estate di bidang perikanan dan kelautan. Daerah ini memilik potensi perikanan tangkap per tahun itu mencapai 180.000 ton. Saat ini Aceh memiliki Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo yang memiliki luas areal mencapai 60 hektare. 

Prasarana lain juga tersedia di Aceh Timur, Simeulue, Pulau Banyak dan banyak daerah lain. Sedangkan untuk sektor perikanan air payau, Aceh lahan yang digunakan untuk membudidayakan udang windu, bandeng dan beberapa jenis ikan lainnya.

Sedangkan jumlah yang ditawarkan pada sektor perikanan air tawar saat ini terdapat sekitar 45 ribu hektare. Saat ini, pengembangan perikanan air tawar berkembang pesat, terutama untuk jenis ikan seperti nila, ikan mas, gurami dan sidat. Untuk sidat, Aceh memiliki potensi bibit yang sangat baik. Yang tak kalah, dan selama ini menjadi primadona, adalah lobster. 

Menjadikan Aceh sebagai food estate kelautan dan perikanan juga tidak membutuhkan banyak biaya. Tinggal saja pemerintah harus membantu masyarakat Aceh memodernisasi peralatan. Minimnya fasilitas tangkap dan teknologi lain sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan masyarakat yang berlimpah.

Aceh memiliki potensi tuna, tenggiri, cakalang dencis dan lain sebagainya. Namun hingga saat ini, hasil laut itu tidak bisa dimaksimalkan karena terkendala cold storage dan pabrik es serta industri pengolahan ikan. Dengan sedikit sentuhan, Aceh akan siap menjadi pelengkap program pemerintahan Jokowi untuk mengembangkan food estate sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. 

Komentar

Loading...