Unduh Aplikasi

Menyetop Mata Rantai Perundungan

Menyetop Mata Rantai Perundungan
ilustrasi.

KEGIATAN di masa orientasi mahasiswa di Aceh Timur berubah dari sebuah silaturahmi menjadi “ajang merundung”. Padahal acara ini digelar di asrama putri. Seorang korban, Ayu Lestari, terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan mengikuti kegiatan orientasi tersebut.

Ayu dan anak-anak lain dipaksa mengikuti kegiatan yang digelar hingga tengah malam. Kegiatan di waktu istirahat ini membuat anak-anak lain juga jatuh sakit. Seorang anak lainnya mengalami cedera di kaki karena terjatuh dari tangga di lantai dua asrama itu.

Pelakunya adalah para senior di asrama itu. Senioritas membuat mereka merasa berhak untuk berlaku buruk kepada adik-adik di bawahnya. Anak yang baru saja masuk ke dalam lingkungan baru tak berdaya menghadapi kekerasan yang melembaga ini.

Orang tua manapun, sepanjang masih normal, tentu tak akan rela anak mereka diperlakukan buruk. Tak heran jika orang tua korban akan memperkarakan panitia penyelenggara kegiatan ini. Kita tentu berharap, mereka yang terlibat, baik secara langsung atau mengetahui kekerasan itu, diperiksa dan diberikan hukuman setimpal.

Pendidikan harusnya lebih mengutamakan otak ketimbang otot. Apalagi ini adalah asrama putri, yang seharusnya jauh dari kesan sangar seperti yang melekat di asrama-asrama putra di lembaga pendidikan milik pemerintah. Tapi ternyata, tidak ada jaminan bahwa kekerasan tak terjadi di asrama perempuan.

Pihak pengelola asrama juga harus dihukum karena mengabaikan fakta bahwa tanpa pengawasan, senior atau siapa saja yang merasa lebih kuat, akan bertindak sesuka hati. Selain meletakkan aturan sendiri, mereka juga cenderung menekan orang-orang yang lebih rendah.

Masa orientasi harusnya menjadi ajang pendidikan. Bukan perploncoan. Budaya perundungan ini harus dihentikan. Mata rantai kekerasan dalam pendidikan ini harus dihentikan sekarang. Kalau memang masa orientasi tak bisa menjamin keamanan dan keselamatan mahasiswa, lebih baik kegiatan seperti ini dihapuskan saja.

Komentar

Loading...