Unduh Aplikasi

Menyaji Makanan Halal

Menyaji Makanan Halal
ilustrasi.

SEHARUSNYA membeli makanan di Aceh tak perlu menggunakan banyak pertimbangan. Sebagai daerah syariat Islam, makanan yang diperjualbelikan di restoran atau warung di Aceh layak dikonsumsi oleh kaum muslim. Apalagi, Aceh juga didaulat sebagai destinasi wisata halal dunia. Tapi ini belum sepenuhnya terwujud di Aceh.

Dalam fikih, masyarakat mengenali sejumlah zat dalam makanan yang diharamkan. Seperti bangkai. Daging hewan yang lazim ditemui di Aceh, seperti sapi, kerbau, kambing, ayam dan bebek, harus disembelih dengan nama Allah. Bukan binatang yang tertabrak atau mati tenggelam. Zat lain adalah darah, daging babi atau anjing.

Makanan ini juga harus diperoleh dengan cara yang halal. Para pedagang tak boleh membeli daging curian, hasil riba atau korupsi. Meski disembeli dengan nama Allah, tetap saja proses mendapatkan hewan ini haram. Dan ini secara otomatis mengubah sifat makanan tersebut, dari yang semestinya halal menjadi haram.

Yang tak kalah penting adalah cara menyajikan. Di banyak rumah makan di Aceh, masih banyak dijumpai rumah makan yang membiarkan piring kotor dan sabun pencuci piring tergeletak di kamar mandi. Bersatu dengan kamar mandi para pekerja atau tamu yang ingin buang air kecil atau besar. Meski tak terlihat, sangat mungkin terjadi najis yang dikeluarkan menempel di piring. Atau di sabun cuci piring yang digunakan untuk membersihkan piring, gelas atau sendok.

Makanan halal juga termasuk di dalamnya cara penyajian. Makanan itu harus bersih dan bebas dari zat berbahaya. Seorang pedagang martabak harus memastikan tak ada sisa kotoran ayam melekat pada cangkang telur yang akan dijadikan adonan martabak. Pedagang mie juga harus membilas rak dagangan mereka dengan air yang banyak setelah membersihkannya dengan cairan pengilap kaca.

Jika melihat kebiasaan-kebiasaan warung atau restoran di Aceh, mungkin hanya sedikit rumah makan yang masuk dalam kategori halal. Karena itu, perlu pengawasan lebih ketat oleh pemerintah daerah, terutama di kabupaten dan kota, untuk mengawasi penyajian makanan hingga ke dapurnya.

Pemerintah tak cukup hanya memberikan izin dan membiarkan para pedagang beroperasi tanpa pengawasan. Para pedagang juga perlu mendapatkan pengetahuan tentang cara menyajikan makanan yang sehat dan halal, sesuai ajaran syariat Islam. Karena membuat makanan enak itu gampang. Namun perlu ketelitian untuk memastikan makanan itu halal. Jaminan kehalalan sebuah makan tak cukup hanya dengan menempelkan label halal di depan toko dan sampul produk.

Komentar

Loading...