Unduh Aplikasi

Menunggak Rp 17 M, PLN Putuskan Lampu Penerangan Jalan Umum di Aceh Timur  

Menunggak Rp 17 M, PLN Putuskan Lampu Penerangan Jalan Umum di Aceh Timur  

ACEH TIMUR - Akibat menunggak Rp17 milliar lebih, Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Langsa terpaksa melakukan pemutusan 300 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) di dalam kawasan Aceh Timur, Selasa (20/12).

Manager area PT.PLN area Langsa Heru Rianto didampingi Asisten Manager Roesdi menyebutkan pemutusan PJU tersebut dilakukan hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat belum dapat menyelesaikan tunggakan PJU.

"Sebelumnya pada 14 Oktober 2016 lalu kita pernah melakukan pemutusan PJU karena tunggakan. Namun, saat ini pemkab setempat belum juga menyelesaikan sehingga terpaksa kita ambil tindakan tegas lagi," katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan data terakhir tunggakan PJU Aceh Timur mencapai 17.541.191.453 untuk 19 bulan rekening terhitung Juni 2015 hingga Desember 2016. Bahkan, pihak PLN bersama Pemkab Aceh Timur sudah melakukan pertemuan atas tunggakan tersebut.

"Dalam pertemuan tersebut pemkab selalu mengatakan keterbatasan anggaran, padahal setiap tahunnya Pemkab telah menganggarkan untuk pembayaran rekening lampu jalan," jelas Heru.

Pemutusan arus listrik di sepanjang jalan negara itu, kata Heru dilakukan oleh 12 Tim yang terdiri dari 50 orang teknisi PLN, mereka melakukan pemutusan PJU mulai dari simpang Ulim sampai perbatasan Aceh Timur.

Atas pemutusan tersebut, PT.PLN Aceh area Langsa meminta maaf kepada masyarakat yang mengunakan jasa penerangan di jalan tersebut.

"Kita bukannya kejam terhadap pelanggan namun ini sikap tegas yang diambil pihak PLN. Jika pelangan menunggak terus, akan menganggu oprasional PLN, kita tidak ingin ini terjadi menginggat pentingnya listrik bagi kehidupan kita," katanya.

Pemutusan jaringan listrik tersebut, kata dia akan dilakukan serentak di seluruh Aceh bagi yang menunggak lampu jalan termasuk di perumahan dan di kantor pemerintahan.

"Jika memang ada yang menunggak dengan terpaksa aliran listrik kita putuskan," imbuhnya.

Komentar

Loading...