Unduh Aplikasi

Menunggak Dua Bulan, PLN Putuskan Aliran Listrik ke Kampus Unimal

Menunggak Dua Bulan, PLN Putuskan Aliran Listrik ke Kampus Unimal

ACEH UTARA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Krueng Geukueh dan Rayon Kota Lhokseumawe memutuskan sementara waktu aliran listrik ke kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) sejak Selasa, (27/12) lalu.

Pemutusan aliran listrik itu dikarenakan Unimal belum menyelesaikan tunggakan pembayaran selama dua bulan terakhir.

" Iya benar, kemarin kami lakukan pemutusan sementara di kampus Unimal karena tunggakan selama dua bulan senilai Rp 372.986.246, belum dibayarkan," kata Humas PLN Cabang Area Lhokseumawe, Ali Basyah saat dikonfirmasi AJNN, Rabu (28/12).

Pemutusan tersebut, kata Ali, dilakukan di semua lokasi kampus mulai dari kampus Reulet, Kampus Bukit Indah, Kampus Utenkot (gedung ACC Cunda) dan Kampus Lancang Garam.

"Pemutusannya kami lakukan berhubung sudah akhir tahun. Jika ada pelanggan yang menunggak, maka PLN harus memutuskan aliran listrik untuk sementara waktu," imbuhnya.

Ali menambahkan, jika sudah ada komitmen pembayaran dari para pelanggan, maka aliran listrik akan disambung kembali. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan pertemua dengan pihak rektorat terkait masalah tersebut.

"Sudah dilakukan pertemuan dengan pihak Unimal. Sudah ada kesepakatan juga soal pelunasan tunggakan. Mungkin dalam waktu dekat akan kita sambung kembali," jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unimal Prof. Apridar melalui Kepala Biro Keuangan Unimal, Andrea Zulfa mengatakan, pihaknya telah memproses terkait pemutusan sementara aliran listrik tersebut oleh PLN.

"Sudah ada komitmen antara kita dan PLN terkait pelunasan sisa tunggakan. Sebelumnya sudah kita bayar untuk dua bulan. Sisanya, sesuai kesepakatan akan kita selesaikan awal Januari," ungkapnya.

Dalam kesepakatan itu, ujar Andrea, pihaknya juga sudah meminta kepada PLN untuk menyambungkan kembali aliran listrik ke seluruh lokasi kampus Unimal.

"Sudah kami sampaikan. Kemungkinan aliran listrik ke seluruh lokasi kampus akan normal kembali," pungkasnya.

Komentar

Loading...