Unduh Aplikasi

Menteri Agraria Sidak ke BPN Banda Aceh

Menteri Agraria Sidak ke BPN Banda Aceh
BANDA ACEH – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan melakukan sidak ke kantor BPN Kota Banda Aceh, Jumat (11/3).Dikatakan Ferry hal itu dilakukan untuk melihat realisai kebijakan pertanahan di Aceh sebagai perangkat penyelesaian dan rekonsiliasi tanah.

Pasca konflik dan tsunami kata dia, di Aceh juga diberikan kemudahan untuk mendapatkan pemamfaatan tanah dan tempat hidup bagi masyarakat. Bagaimana tanah ini bisa menjadi perangkat untuk menjadi kesejahteraan.

Banyak dokumen yang hilang pada saat tsunami meskipun sudah melakukan kerja sama dengan Jepang untuk pengembalian namun masih ada juga yang belum terselesaikan.

“Kita mau memastikan itu, kebijakan pertanahan Aceh khususnya di kota – kota yang terkena dampak tsunami khususnya di kota Banda Aceh. Kita ingin memastikan dalam relokasi pemulihan kembali bagi mereka, mungkin ada perubahan atau luput pada saat itu,” kata Ferry.

Ferry menambahkan, BPN Pusat juga ingin melakukan verifikasi dan sertifikasi terhadap tanah wakaf di Aceh.

"Kita juga mau melakukan suatu proses untuk mendorong adanya sertifikasi tanah Wakaf di Aceh,” katanya.

Menurut Ferry, Aceh sebagai daerah yang religius masih banyak tanah tanah wakaf milik pesantren atau mesjid yang belum ada sertifikasi

“Di Aceh banyak tanah wakaf, pesantren tidak memiliki sertifikat, itu yang ingin kami dorong sebagai tata ruang untuk menuntaskan daerah itu. Kita harus lakukan ini secara masif, intensif, besar-besaran dan meluas,” tutur Ferry.

Begitu juga untuk wilayah Sabang, yann merupakan daerah pusat pertubuhan ekonomi pariwisata, BPN ingin menjadikan sebuah kawasan khusus menjadi daerah tujuan wisata.

Bagaimana pegembangan wisatanya, dibuat tata ruang, pemamfatan tanahnya lebih pada memberikan kesempatan untuk berkebang sebagai tempat pariwisata.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...