Unduh Aplikasi

Menkumham Diminta Copot Wayan Dari Jabatan Dirjen Pas

Menkumham Diminta Copot Wayan Dari Jabatan Dirjen Pas
Gayus setir mobil
JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI meminta Menteri Hukum dan HAM harus berani bersikap tegas mencopot Direktur Pemasyarakatan (Dirjen Pas) I Wayan Kusmiantha Dusak karena dinilai melakukan dua kesalahan fatal

Kesalahan fatal pertama adalah kasus pelesir Gayus Tambunan keluar penjara. Kata dia, Dirjen Pas bukan hanya bersikap lalai namun sejak awal sudah terkesan menutup-nutupi kasus ini. Ketika pertama-kali foto Gayus makan di restoran muncul di media massa, respon Dirjen PAS sangat lamban dan tidak langsung mengakui aksi Gayus itu.

"Anehnya setelah melakukan penyelidikan Dirjen PAS juga tidak mengetahui aksi Gayus yang menyetir mobil di lua Lapas, baru kemudian publik kembali dikejutkan dengan foto Gayus menyetir mobil. Jika waktu itu penyelidikan benar-benar dilaksanakan dengan serius, pasti seluruh pelanggaran yang dilakukan Gayus bisa terungkap. Saat ini kita tidak tahu pelanggaran apa lagi yang sebenarnya sudah dilakukan Gayus sampai nanti foto-foto Gayus muncul di media massa,"katanya.

Kesalahan fatal kedua adalah soal pemindahan napi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dari LP Sukamiskin ke LP Serang. Pemindahan ini jelas melanggar pasal 15 UU Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan dan Pasal 46 Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999. Pasal tersebut menyebutkan narapidana dapat dipindah dari satu Lapas ke Lapas lain untuk kepentingan proses peradilan.

Jika Wawan dipindah dengan alasan proses peradilan kasus Alkes kata Sufmi Dasco Ahmad, seharusnya yang meminta bukanlah Jaksa Agung tetapi Hakim Pengadilan Tipikor. Perlu digaris-bawahi bahwa baik dalam UU Nomor 12 Tahun 1995 maupun Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 sama sekali tidak diatur kewenangan Jaksa Agung dalam hal ihwal pemindahan narapidana.

"Kami khawatir kasus Gayus dan Wawan hanya merupakan fenomena gunung es, karena sangat mungkin banyak pelanggaran lain yg terjadi tetapi luput dari pantauan," katanya.

NAZ/SP

Komentar

Loading...