Unduh Aplikasi

Menjelang Milad GAM

Menjelang Milad GAM
Zaini Abdullah dan Hasan Tiro. Foto: Ist

GERAKAN Aceh Merdeka telah meletakkan sejarah penting dalam perjalanan negeri ini. Organisasi ini melahirkan sebuah pencapaian yang tak bisa dipandang sebelah mata oleh siapapun. Dengan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki, gerakan ini menentukan masa depan Aceh di kancah kehidupan bernegara.

Gerakan ini adalah sejarah “turun temurun” watak orang Aceh yang merdeka. Dalam sejarah Indonesia modern, tercatat sejumlah nama berpengaruh yang menentukan hubungan Aceh dan Indonesia.

Berawal dari perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh. Seperti dikutip dari sejumlah literatur, Daud Beureuh (lahir di Beureu'eh, Pidie, Aceh, 17 September 1899) mendirikan Negara Islam Indonesia. Dan mengibarkan pemberontakan karena tidak puas terhadap perlakuan Presiden Soekarno terhadap Aceh.

Perjuangan itu meredup hingga muncul nama Hasan Tiro. Sosok ini menjadi penentu arah perjuangan Aceh. Di mulai dengan masa pendirian Aceh Merdeka pada 4 Desember 1976, yang kini diperingati sebagai Milad Gerakan Aeh Merdeka (GAM). Hasan Tiro menjadi simbol perlawanan Aceh yang ditanggapi dengan sikap represif Pemerintah Indonesia.

Bersama sejumlah aktivis Aceh Merdeka, Hasan melanjutkan perjuangan dari luar negeri. Waktu berlalu, dan Orde Baru, musuh terbesar AM jatuh. Hal ini kembali menguatkan perlawanan Aceh yang saat itu bermetamorfosis sebagai Gerakan Aceh Merdeka.

Medio April 2006, para petinggi GAM yang menetap di Swedia kembali ke Tanah Air. Mereka adalah Perdana Menteri Malik Mahmud, Menteri Luar Negeri Zaini Abdullah, dan Juru bicara GAM Bakhtiar Abdullah, tanpa Hasan Tiro.

Dan kini, perjuangan itu tak lagi menggunakan senjata. Elemen GAM meneruskan perjuangan Hasan Tiro untuk “memerdekakan” Aceh lewat lewat pemerintahan. Darah kemerdekaan itu nampak jelas dari sikap Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang selama memimpin tetap meletakkan kepentingan rakyat Aceh sebagai tujuan utama.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka diartikan sebagai bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.

Simbol itu kini melekat dalam sosok Zaini Abdullah. Saksi dan aktor sejarah Aceh, sejak masa Abu Daud Beuereuh menyatakan kekecewaan hingga Hasan Tiro mengembalikan derajat kemerdekaan Aceh. Kita tak boleh melupakan hal itu.

Komentar

Loading...