Unduh Aplikasi

Menjaring Kakap di Lahan Basah

Menjaring Kakap di Lahan Basah
Tim Kejaksaan Tinggi Aceh saat menggeledah Kantor DKA. Foto: Rahmad Fajri
KEJAKSAAN Tinggi Aceh bergerak cepat dalam menuntaskan kasus pembobolan kas daerah sebesar Rp 22,3 miliar di Dinas Keuangan Aceh. Ini adalah langkah maju. Hendaknya, langkah kejaksaan di dinas basah ini tidak hanya berhenti kepada tiga orang yang kini berstatus tersangka saja.

Hingga saat ini, Kejaksaan menangkap tiga orang yang berperan; bekas Kepala Dinas Kekayaan Aceh Paradise--dulu dinas ini bernama Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh--yang menjadi pengendali, dan dua bawahannya, Hidayat dan Mukhtaruddin.

Paradise menjabat sebagai Kepala DPKKA pada periode 2008-2013. Kejaksaaan beru memulai penyelidikan kasus ini pada 5 Februari 2015. Kasus ini dikembangkan berdasarkan hasil audit keuangan Pemerintah Aceh tahun anggaran 2009 hingga 2011 oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Hasil itu menyebutkan, ada selisih dana sebesar Rp 33 miliar yang tidak sesuai aturan keuangan.

Namun Paradise dan komplotannya mencoba menutupi kekurangan itu. Tidak dengan uang sendiri. Dengan kekuasaan sebagai pengatur kekayaan dan keuangan Aceh, mereka memindahkan dana migas yang diterima Aceh untuk menutupi kekurangan tersebut. Seolah-olah, saat itu, kas yang digunakan hanya sebesar Rp 22,3 miliar. Kejaksaan juga telah mengantongi sejumlah bukti aliran dana ini.

Penggeledahan oleh Kejaksaan ini adalah langkah berani. Cara ini dipopulerkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengembangkan kasus. Dan terbukti efektif dalam mengungkapkan gurita korupsi di berbagai instansi. Terobosan ini akan mempersempit ruang gerak koruptor yang selama ini dengan mudah berlindung di balik gedung mewah.

Yang harus dilakukan oleh Kejaksaan saat ini adalah menjaring para penerima dan aktor "kakap" penikmat uang haram itu. "Porsi hidangan" sebesar itu tentu sulit untuk dihabiskan sendirian olah Paradise, Hidayat dan Mukhtaruddin. Pasti ada banyak orang terlibat. Baik di atas, di samping atau di bawah Paradise. Kejaksaan harus melacak aliran setiap sen dana itu. Apalagi, kejaksaan juga meyakini ada orang lain yang kemungkinan dijadikan sebagai tersangka.

Komentar

Loading...