INTERMEZO

Menjaga Wartawan Tetap Waras

Menjaga Wartawan Tetap Waras
Ilustrasi: DW.

PERSATUAN Wartawan Indonesia di Aceh mencari ketua baru. Mudah-mudahan, siapapun yang terpilih, benar-benar menjadi sosok yang membawa PWI Aceh menjadi lebih baik. 

Terutama untuk menjadikan wartawan-wartawan di Aceh menjadi insan pers yang benar-benar memahami tugas mereka sebagai pilar demokrasi. Karena itu, seorang ketua PWI harus setia pada “akal sehat”.  

Di tengah pandemi ini, misalnya, banyak hal terjadi di luar akal sehat. Mulai dari kebijakan-kebijakan yang tak tepat sasaran hingga gempuran berita bohong yang sampai saat ini tak jelas siapa penyulutnya. 

Yang jelas, semua itu dibuat untuk memukul akal sehat. Membuat warga negara takut dan takluk dengan kondisi. Lihat saja betapa mudahnya seorang pejabat melontarkan kebijakan yang belakangan dia cabut kembali. Tak kajian, semua aturan dibuat sesuai selera.

Ancaman terhadap akal sehat ini juga terjadi di kalangan wartawan. Karena profesi ini juga tak kebal dari dampak virus Covid-19. Tekanan-tekanan ini tentu akan sangat mempengaruhi kualitas berita yang mereka sampaikan. Jika tak segera diantisipasi, hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas berita yang disajikan di media masing-masing. 

Karena itu, setelah terpilih, langkah yang harus dilakukan adalah menyusun ulang visi dan misi dan memastikan langkah-langkah itu dijalankan sepenuhnya; setia pada profesi ini dan setia memperjuangkannya. 

PWI adalah organisasi besar dengan tanggung jawab yang besar pula. Tidak hanya kepada anggota, PWI juga berutang tanggung jawab kepada masyarakat untuk menjadikan pers lebih sehat. 

Tentu saja ini tidak mudah untuk didapat. Tapi sepanjang semua orang di PWI setia kepada profesi wartawan, membangun ekosistem pers yang sehat bukan perkara mustahil. 

Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini