Unduh Aplikasi

Menjadi Klaster Baru Covid-19, Proyek PLTA Peusangan Dihentikan

Menjadi Klaster Baru Covid-19, Proyek PLTA Peusangan Dihentikan
Foto: Dok AJNN

ACEH TENGAH - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 1 dan PLTA 2 Peusangan di Kawasan Silih Nara, Aceh Tengah akan dihentikan sementara. Penghentian proyek pembangunan ini dilakukan setelah 3 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Hyundai (kontraktor pembangunan PLTA) dan 12 orang karyawan PT Pembangunan Perumahan (PP) terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan penambahan jumlah positif tersebut, PLTA Peusangan menjadi klaster baru Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Aceh Tengah, Dokter Yunasri kepada AJNN, Minggu (11/10/2020) mengatakan bahwa penghentian sementara proyek pembangunan PLTA tersebut merupakan permintaan langsung Ketua Satgas penanganan Covid-19 kabupaten Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar melalui surat yang ditujukan kepada PT. PLN. (Persero) Unit Pelaksanan Proyek Pembangkit Sumatera (UPP KITSUM) 5 di Takengon.

Penutupan proyek tersebut akan mulai dilakukan tanggal dari 12 Oktober sampai 25 Oktober 2020 mendatang. Selama penutupan selama 14 hari ini, pihak satgas meminta perusahaan agar melakukan penyemprotan disinfektan minimal 2 kali seminggu di lokasi proyek.

"Jadi begini, di lokasi proyek itu terdapat banyak sub kontraktornya, diantaranya Hyundai dan PT Pembangunan Perumahan. Untuk Hyundai, dilakukan tracing terhadap 14 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) dan 3 orang karyawan lokal. Ternyata 2 orang diantaranya TKA terkonfirmasi Positif Covid-19," ujar  Yunasri menjelaskan.

"Sedangkan yang dari PT. PP ditracing pada hari Rabu 7 Oktober 2020 kita periksa 29 orang, 12 orang diantaranya positif Covid-19. Untuk 12 orang ini sudah kita isolasi di RSUD Datu Beru Takengon," sambung Yunasri.

Selain itu Yunasri juga kembali menjelaskan bahwa pada hari Kamis 7 Oktober 2020 pihaknya melakukan lagi pemeriksaan terhadap 102 orang karyawan di proyek tersebut. Hasilnya menurut Yunasri akan keluar pada hari Senin besok 12 Oktober 2020. Yunasri juga mengatakan kalau dugaan sementara mereka yang terkonfirmasi Positif ini  tertular dari juru masak di PT PP.

"Semua yang terkonfirmasi Positif dari klaster PLTA Peusangan kita rawat di RSUD Datu Beru Takengon," ujar Yunasri.

Yunasri mengungkapkan kalau RSUD Datu Beru saat ini hanya punya 2 ruang tekanan negatif untuk pasien Covid-19. Namun karena mereka merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan tanpa penyakit penyerta  (Komorbid) maka pihaknya memakai ruangan biasa dengan penjagaan ketat.

"Dari pada mereka isolasi mandiri di rumah, itu akan lebih berbahaya lagi. Maka saya berinisiatif, kita block dulu yang ini baru kita tracking yang lainnya," ujar Yunasri.

Lebih lanjut Yunasri menjelaskan update terbaru Covid-19 di Aceh Tengah. Menurutnya, sampai dengan hari Sabtu 11 Oktober 2020 pukul 18.00 Wib, jumlah warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di kabupaten Aceh Tengah sudah mencapai 108 orang. Dengan rincian 40 orang sudah sembuh, 63 orang dirawat  dan 5 orang meninggal dunia.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...