Unduh Aplikasi

Menikmati Cinta di Bulan Puasa

Menikmati Cinta di Bulan Puasa
Foto: Evan Schiller
SELAMA 11 bulan, kita senantiasa mendahulukan keinginan ketimbang mengendalikannya. Mau ngopi, kita tinggal melangkahkan kaki ke warung-warung kopi. Ingin makan, kita tinggal menentukan pilihan restoran mana yang akan disambangi. Semua tentang hasrat dan pelampiasan.

Namun Allah SWT bukanlah Tuhan yang egois. Yang membiarkan makhluknya tersesat dalam belantara keinginan yang menyesatkan akal dan pikiran. Dia juga tak rela melihat manusia menjadi budak dirinya sendiri.

Karena kecintaan itulah Allah memberikan satu bulan yang dinamakan Ramadan. Bulan diwajibkannya orang-orang bertakwa untuk berpuasa yang dalam bahasa Arab disebut shiam. Kata ini bermakna imsak atau menahan. Dalam Alquran, surat Maryam, Allah berfirman, “maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seseorang manusia, maka katakanlah: Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seseorang manusia-pun pada hari ini.”

Ya...semua labirin keinginan ini sering kali membuat manusia menjadi lupa bahkan di balik kemerdekaannya bertindak dan melampiaskan hasrat, perlu waktu untuk tenang dan berpikir lebih dalam tentang pilihan yang akan kita lakukan; mengendalikan keinginan.

Kecintaan Allah kepada manusia tidak didasarkan atas kekuasaan semata. Dia tetap memberikan semua nikmat kepada manusia meski di saat yang sama, kita cenderung berkhianat dan menolak untuk bersyukur; momentum di mana manusia merasakan kehadiran Allah namun sedetik kemudian hal itu diabaikan demi melampiaskan kemauan.

Birokrasi pemerintahan, pelayanan publik, manajemen perusahaan, pergaulan sosial, bahkan peradaban manusia bergantung pada pengendalian. Ramadan adalah bulan untuk belajar mengatakan “tidak” ketimbang memperturutkan “ya”. Mari kita mencoba menghentikan segala kegaduhan dengan membuka selebar-lebarnya telinga sanubari. Sembari berharap, Allah akan terus memberikan cinta kepada kita. Selamat berpuasa!
Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...