Unduh Aplikasi

Mengurangi Musuh di Pesisir Timur

Mengurangi Musuh di Pesisir Timur
Ilustrasi: etsy

KEPOLISIAN Daerah Aceh kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 61 kilogram. Jika merunut pada penangkapan-penangkapan sebelumnya, jumlah ini bukanlah angka yang fantastis. 

Di Aceh, penangkapan puluhan kilogram sabu-sabu menjadi sesuatu yang lumrah. 15 kilogram, 50 kilogram, 81 kilogram, itu adalah angka yang normatif. Jika dulu orang Aceh mencari sabu-sabu ke Medan, Sumatera Utara, kini Aceh menjadi pintu gerbang penting penyelundupan sabu-sabu yang akan dipasok ke seantero negeri.

Pintu-pintunya terhampar luas di sepanjang pantai di Aceh. Tempat favorit masih di pantai timur Aceh. Sepanjang Banda Aceh hingga Aceh Tamiang. Hampir di semua daerah memiliki jalur tikus yang menjadi pintu masuk para penyelundup memasok sabu-sabu dari luar negeri ke Indonesia. 

Para penyelundup juga semakin berani. Pada penangkapan tersangka penyelundup di Lhokseumawe dan Aceh Timur, polisi tidak hanya mendapati barang bukti sabu-sabu. Dari tangan tersangka, polisi juga mendapati senjata api lengkap dengan amunisi. Ini menjadi sinyal bahwa mereka, jaringan narkoba internasional, semakin serius dalam beraksi. 

Tentu saja ini jadi tugas besar aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional. Kepolisian, misalnya, harus benar-benar memastikan personel yang bertugas di kepolisian sektor yang berada di pesisir pantai adalah orang-orang yang memiliki kredibilitas dan integritas untuk melawan penyelundupan narkoba. 

Kepolisian tidak bisa meletakkan sembarangan orang untuk bertugas di wilayah-wilayah tersebut. Jangan sampai kepolisian menempatkan aparat yang “pura-pura” tidak melihat aksi penyelundupan narkoba yang semakin berani dengan jumlah yang terus membengkak. 

Pemerintah daerah, kepolisian dan BNN juga harus memberdayakan masyarakat. Bukan merekrut mereka menjadi mata-mata. Masyarakat di pesisir harus disejahterakan. Mereka harus diajak untuk menjaga kawasan daerah. Tentu saja hal itu tidak bisa dilakukan jika mereka menganggur atau bahkan kelaparan. 

Para nelayan di Aceh harus disejahterakan. Masyarakat pesisir jangan dibiarkan miskin atau bahkan dimiskinkan dengan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk bertahan hidup. 

Membantu menyelundupkan narkoba ke daratan Aceh tentu tidak jadi masalah sepanjang kehidupan keluarga mereka bisa terjamin. Hal ini yang seharusnya jadi perhatian kalau negara dan pemerintah ingin memenangkan perang terhadap peredaran narkoba.

Komentar

Loading...