Unduh Aplikasi

Mengupas Manfaat Cannabis bagi Dunia Medis

Mengupas Manfaat Cannabis bagi Dunia Medis
Ilustrasi. Foto: Reuters

LHOKSEUMAWE – Desas desus ekspor ganja beberapa pekan terakhir terus mencuak di Indonesia khususnya Provinsi Aceh . Namun demikian Universitas Syiah Kuala menggelar focus group diskusi untuk menjawab dampak dari menggunakan tanaman yang masih berlabel "haram" tersebut.

Kegiatan yang bertemakan “Pemanfaatan Cannabis dalam Konteks Penelitian dan Industri”, turut dipaparkan oleh sejumlah pemateri berkompeten, terkait berbagai sisi pandang mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Safrizal Rahman selaku peneliti Cannabis, Aceh memiliki banyak ladang dan hutan tanaman ganja. Selain itu sudah banyak diteliti di negara lain, dan menunjukkan potensi untuk digunakan dalam dunia kedokteran maupun bidang lain (sebagai potensi sumber serat).

Baca: Punya Ladang Ganja, Mike Tyson Hasilkan Rp 7,1 M Sebulan

“Manfaat Cannabis dalam bidang kedokteran antara lain sebagai antimimetic pada kanker, menurunkan tekanan intraokuler, analgetik (anti nyeri), muscle relaxant, anticonvulsant (anti kejang), mengurangi insomnia,” katanya.

Dikatakan Safrizal, Cannabis yang ada di Aceh belum banyak diteliti, baik kandungannya maupun manfaatnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang kandungan Cannabis yang ada di Aceh serta manfaat tanaman tersebut baik dalam bidang kedokteran maupun bidan lain.

Sementara itu, Abu Bakar Karim juga mengatakan, Tanaman ganja dulu ditanam di antara tembakau, dan mulai terkenal di Aceh pada tahun 70an, ketika harga tembakau turun dan ganja mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Literatur menyebutkan banyak manfaat batang ganja, antara lain dapat digunakan sebagai sumber serat seperti tas, sepatu, dan sandal.

Ganja mengandung banyak zat/komponen kimia, dua di antaranya yang terpenting adalah THC dan CBD. Penyalahgunaan Cannabis itu apabila yang digunakan adalah daunnya (karena daunnya yang memabukkan), bukan batang maupun bijinya.

“Tipe Cannabis yang tumbuh di Aceh adalah golongan Sativa. Daerah di Aceh yang banyak ditumbuhi Cannabis adalah Kabupaten Gayo Luwes,” katanya.

Lanjutnya, Tanaman Cannabis tumbuh ideal di daerah yang terpapar langsung dengan matahari, dengan suhu 12-220C, di tanah yang subur, dengan curah hujan rendah. Survei tahun 2009-2010 di 10 Kabupaten/Kota di Aceh ditemukan bahwa kebun Cannabis tumbuh subur di daerah pegunungan, terutama Gayo Luwes.

Hasil penelitian yang dilakukan Imam Hidayat yang juga merupakan ahli bedah saraf menyebutkan, bahwa ekstrak Cannabis (dalam bentuk minyak) memiliki potensi sebagai neuroprotektor (proteksi terhadap sel-sel saraf). Efek negatif didapatkan apabila Cannabis dikonsumsi secara langsung.

Selain itu dampak Cannabis terhadap Kesehatan Jiwa, menurut dr Zulfa Zahra, mengtakan, Cannabis mengandung 500 jenis zat kimia, salah satunya adalah Cannabinoid. Salah satu komponen yang dimiliki oleh Cannabis adalah THC, yang secara alami diproduksi oleh otak manusia dalam bentuk anandamide.

“Efek Cannabis terhadap kejiwaan/fisik yakni menyebabkan euforia hingga halusinasi. Penggunaan Cannabis menyebabkan kerusakan di bagian pre-frontal kortex, menyebabkan gangguan fungsi luhur, pengguna terlihat seperti orang dengan gangguan jiwa (skizophrenia),” jelasnya.

Sambungnya, Cannabis bisa menyebabkan gangguan jiwa, namun salah satu kandungan yang dimiliki Cannabis, yakni CBD, justru berpotensi sebagai anti-psikotik (pelindung terhadap gangguan jiwa).

“Literatur menyebutkan bahwa gangguan jiwa pada pengguna Cannabis tidak semata-mata diakibatkan oleh penggunaan Cannabis , namun juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu genetik, dukungan sosial, dan harapan-harapan yang tidak terpenuhi,” tuturnya.

Disisi lain, hasil diskusi dari beberapa pengamat juga melahirkan sejumlah pendapat, seperti diutarakan oleh Zulfitriani, M Biomed. Dalam penelitian yang dilakukan beberapa waktu lalu, dia menemukan bahwa kandungan Cannabis tidak berdampak bagi sistem reproduksi, namun ditemukan efek peningkatan metabolik, yakni penurunan berat badan.

Selain itu, Asisten Pidana Umum, Kejati Aceh juga mengatakan, saat ini, ada aturan bahwa barang sitaan Kejati dapat digunakan sebagai bahan penelitian sebelum dimusnahkan. Namun, selama ini belum pernah ada permintaan penggunaan barang bukti untuk penelitian.

Maka apabila penelitian Cannabis ini nanti jadi dilaksanakan, maka pihak Kejati siap membantu menyediakan barang sitaan untuk digunakan dalam penelitian. Mohon dibuatkan highlight hasil pertemuan hari ini dan diteruskan kepada Kejati untuk kemudian diteruskan kepada Jaksa Agung terkait penggunaan barang bukti untuk penelitian.

“Selain itu, untuk melanjutkan penelitian Cannabis ini perlu melibatkan BNN, Polri, BPOM, karena kejaksaan hanya bertugas menindaklanjuti laporan, sementara yang menangkap dsb adalah Polri dan BNN,” pungkasnya.

Komentar

Loading...