Unduh Aplikasi

Menguji Nyali Menghadapi Perusak

Menguji Nyali Menghadapi Perusak
Pencemaran di Sungai Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya.

URUSAN lingkungan harusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Mulai dari pemerintah kabupaten dan kota hingga ke pemerintah pusat. Karena saat ini, hampir tak ada kepedulian negara terhadap urusan lingkungan.

Padahal lingkungan hidup yang sehat adalah kunci dari banyak hal. Dan secara global, hal ini menjadi perhatian serius. Tentu menjadi pertanyaan besar jika di Aceh, pencemaran-pencemaran lingkungan ini diabaikan. Pelakunya tetap dibiarkan melenggang tanpa perlu bertanggung jawab.

Pemerintah, selaku perpanjangan tangan negara, harus memastikan bahwa struktur dan fungsi ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan terlindungi dari pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Karena kerusakan ini akan menjadi beban sosial. 

Pengusaha dan perusahaan bisa mendapatkan untung tanpa harus memikirkan dampak dari limbah yang mereka buang sembarangan. Yang menanggung akibatnya adalah masyarakat, baik dampak ekonomi maupun kesehatan serta pemerintah yang akan menanggung biaya pemulihannya. 

Namun untuk urusan ini, seperti di sektor-sektor lain di negeri ini, negara dan rakyat cenderung jadi pesakitan. Masyarakat terus merasakan dampak, dan negara terus digerogoti oleh oknum-oknum aparatur negara yang mencoba mencari keuntungan dari tindakan perusahaan mencemari lingkungan. 

Uang yang seharusnya masuk ke kas negara malah masuk ke kantong pejabat yang korup. Tak ada tanggung jawab. Laporan terhadap dugaan pencemaran mengendap. Padahal kualitas lingkungan menuntut tanggung jawab, keterbukaan, dan peran aparatur negara.  

Aparatur negara juga seharusnya memastikan seluruh proses industri, mulai hulu hingga hilir, menjamin kualitas hidup dan daya sokongnya. Karena hanya dengan cara ini negara menjamin kualitas daerah yang baik sebagai tempat tumbuh dan berkembang generasi yang akan datang.

Kasus pencemaran di Sungai Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, harus jadi perhatian serius. Apalagi bukti-bukti pencemaran ini terus terungkap. Artinya, perusahaan pelanggar berulang kali melakukan hal sama untuk mengurangi beban ongkos produksi.

Tapi semua tergantung dari nyali dan kejujuran para pejabat di DLHK Nagan Raya. Tanpa nyali dan kejujuran, seluruh laporan yang diekspos hanya menjadi berita basi. Di lapangan, aparat dan perusahaan nakal terus berbagi keuntungan dan meninggalkan kerusakan.

Komentar

Loading...