Unduh Aplikasi

Menguak status kepemilikan pulau Sevelak

Menguak status kepemilikan pulau Sevelak
Pulau sevelak
SIMEULUE-Maraknya pemberitaan Menteri Susi Pujiastuti telah membeli pulau Sevelak dibantah sejumlah pejabat pemerintah, terutama Pemerintah Daerah Simeulue. Anehnya, Pemda tidak dapat menjelaskan status penguasaan pulau oleh PT Asi Pujiastuti sejak 2005 hingga sekarang.

Pulau Sevelak awalnya dikabarkan milik Alm. Jamaludin warga Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, Provinsi Aceh belakangan mendadak santer diisukan telah beralih kepemilikan menjadi milik Susi. Informasi ini hangat dibicarakan setelah Susi Pujiastuti dinobatkan sebagai menteri dalam kabinet kerja Jokowi-JK.

Beberapa sumber menyebutkan Susi telah membeli pulau Sevelak seharga Rp 60 juta saat menempati pulau itu. Sumber lainnya, membantah pulau tersebut telah dimiliki menteri Susi dengan dalih pulau tadi hanya dikelola perusahaan Susi sebagai tempat budi daya hasil laut. Salah satunya sebagai tempat penangkaran lobster.

Menyikapi isu itu, Pemda Simeulue mengklarifikasi dan menegaskan kepada Pemerintah Pusat melalui Direktur Jenderal Kelautan, bahwa status pulau Sevelak tidak pernah beralih kepemilikan. Sebab, berdasarkan hukum yang berlaku dan secara administrasi kenegaraan, Pemda setempat belum pernah mengeluarkan legalitas pengalihan kepemilikan hak terhadap pulau Sevelak.

“Kepada Dirjend Kelautan, Pemda Simeulue telah menyatakan pulau Sevelak belum beralih kepemilikan hak. Pemda tidak pernah mengeluarkan legalitas kepemilikan pulau itu kepada Ibu Susi baik itu sertifikat, akta tanah atau akta jual beli,” tegas Wakil Bupati Simeulue Hasrul Ediar, S. Sos. M. Ap menjawab AJNN, Senin, 9 Maret 2015.

Hal yang sama, melalui Dirjend Kelautan, Menteri Susi Pujiastuti juga mengklarifikasi status pulau Sevelak bukan miliknya dan belum beralih kepemilikan hak.

“Yang terjadi kemaren adalah pembayaran kerjasama dengan Alm. Jamaludin terkait pemakaian pulau untuk mengelola usaha budi daya ikan. Keterangan itu ditegaskan Ibu Susi melalui Dirjend Kelautan,” tutur Hasrul.

Ditanyai tentang berapa lama perusahaan Susi menempati pulau tersebut, Wabup Simeulue mengaku belum mengetahui. Namun, pihaknya berjanji menelusuri status kerjasama antara Susi dengan kerabat Alm. Jamaludin untuk mengatur pengelolaan pulau Sevelak.

“Pemda Simeulue akan menelusuri hal itu melalui Dinas Perizinan yang dibantu Camat dan Kepala Desa untuk menentukan pengelolaan Sevelak, apakah itu dikontrakkan atau dikelola oleh pihak manapun dan berapa lama waktunya,” janji Hasrul.

Sementara, Manager PT Asi Pujiastuti Rustam menjelaskan pulau Sevelak itu merupakan pulau yang dipilih Susi Pujiastuti sebagai tempat pengelolaan budi daya ikan. Untuk menempati pulau tersebut, pihak Susi telah memberikan uang senilai Rp 60 juta sebagai ganti rugi kepada Jamaludin diperkirakan pertengahan 2005.

“Memang benar perusahaan melalui Pak Eno Sugiarto telah membayar kepada Jamal Rp 60 juta sebagai ganti rugi telah mengelola pulau itu sebelumnya. Uangnya saya sendiri yang serahkan kepada Jamal saat itu dengan bukti kwitansi,” ucap Rustam melalui telepon.

Berbeda dengan Rustam. Mantan Kepala Desa Salur Sumardi membenarkan Sevelak telah dijual kepada Susi. Hal itu diketahuinya setelah adanya laporan dari Rustam yang diperkirakan 2006 lalu.

“Saya sudah bosan membahas soal pulau Susi itu. Sudah banyak yang datang tanya soal itu tapi tidak selesai juga kan. 2006 lalu pihak Susi yakni Rustam melapor ke saya secara lisan kalau Sevelak telah dibeli dari saudara Jamal seharga Rp 60 juta,” ungkap Sumardi.

Sumardi awalnya terkesan irit bicara. Alasannya, telah banyak orang yang datang menemuinya untuk menyikapi status Sevelak, tapi hasilnya belum juga jelas. Meski begitu, mantan kades ini menjelaskan Susi telah membantu pembangunan masjid dan meunasah dengan total Rp 80 juta.

“Bantuannya berbentuk bahan bangunan untuk Rp 75 juta dan meunasah Rp 5 juta,” katanya.

Tidak hanya Sumardi yang kerap ditanyai soal Sevelak sejak Susi menjadi menteri kelautan. Eli istri Alm. Jamal tak luput diburu dari berbagai pihak. Eli mengaku tidak mengetahui pasti status kepemilikan pulau Sevelak. Dia mengetahui Sevelak sedang hangat dibicarakan dan nama almarhum suaminya sebagai penjual.

“Sudah banyak yang datang mempertanyakan itu, tapi sudah sering kami cari di rumah tentang surat-surat pulau itu tidak ketemu. Almarhum pun tidak pernah meninggalkan pesan. Makanya saya tidak bisa menjelaskan pastinya sudah dijual atau belum,” ujar Eli.

Informasi telah dijualnya Sevelak juga diketahui mantan Bupati Simeulue Drs. H. Darmili. Dia hanya mengetahui berdasarkan informasi yang beredar, tapi tidak pernah mengeluarkan hal surat menyurat pengalihan hak pulau Sevelak.

“Kita tidak pernah melihat adanya surat-surat seperti akta tanah, akta jual beli atau sertifikat bahwa itu milik Bu Susi. Kabar yang terdengar pulau itu telah dijual Rp 60 juta tapi kwitansinya belum pernah dilihat,” jawab Darmili.

SEPTIAN

Komentar

Loading...