Menghukum Tetangga

Menghukum Tetangga
Ilustrasi: Bloomberg.

URUSAN harga diri memang sulit diukur. Bahkan hanya gara-gara senggolan di jalan atau parkir sembarangan, sesuatu yang sebenarnya remeh temeh, urusan bisa berabe. 

Di Aceh Barat Daya, Bupati Akmal Ibrahim memerintahkan anak buah menimbun jalan, akses masuk dan keluar, dari dan ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh. Pasalnya sepele, hanya perselisihan anak buahnya dengan pegawai cabang dinas. 

Namun bagi Bupati Akmal, ini bukan sekadar persinggungan antarpegawai. Ini adalah urusan mengendalikan keadaan. Sebagai seorang kepala daerah, dia menganggap penutupan akses masuk ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat Daya itu adalah cara tepat untuk memberikan pelajaran kepada pegawai kantor cabang dinas yang dianggapnya arogan. 

Urusan bertetangga ini memang sedikit repot. Tidak hanya tetangga antarrumah di kampung. Antarkantor pemerintah juga terbukti ribet. Persaingan antartetangga ini, meski kecil, kerap memantik keributan yang lebih besar.

Saat kita membeli sepeda, tetangga berusaha menyaingi dengan membeli motor. Saat kita membeli kulkas atau televisi, tetangga menandingi dengan membeli kulkas atau televisi yang lebih gede. 

Bupati Akmal berencana memagari halaman kantor pemerintahannya. Dan itu sah-sah saja, meski pemagaran itu akan menutup akses keluar-masuk ke kantor cabang dinas dan mengganggu pelayanan publik di daerah itu. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini