Unduh Aplikasi

Menghormati Covid-19

Menghormati Covid-19
Ilustrasi: Los Angeles Times.

MASYARAKAT di sejumlah kota di Aceh harus benar-benar mewaspadai lonjakan angka penyebaran Covid-19 di Aceh. Apalagi, dalam beberapa pekan terakhir, sikap yang ditunjukkan warga di Aceh tak lagi menunjukkan kewaspadaan.

Dua hari lalu, di Banda Aceh, pemerintah kota menemukan seorang pengunjung yang positif mengidap Covid-19. Tes secara acak ini dilakukan di sebuah warung kopi. 

Petugas kesehatan memeriksa pengelola, pelayan dan pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker. Dari 17 orang yang dites, satu di antaranya dinyatakan positif. 

Tak hanya di Banda Aceh. Penumpukan orang di satu titik di saat yang sama juga terjadi di warung-warung kopi di daerah lain. Di Langsa, Lhokseumawe, Panto Labu, Sigli, dan banyak lagi daerah lain, masyarakat menjejali warung-warung kopi hingga dini hari. 

Mereka duduk tanpa masker dan menjaga jarak. Suasananya persis seperti Aceh di awal-awal pandemi Covid-19 ini melanda Indonesia. Aceh yang saat itu digadang-gadang berhasil menekan angka penyebaran akhirnya tak sanggup bertahan karena kurangnya kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Sejak itu, angka penderita Covid-19 terus melonjak. Bahkan saat ini telah menembus angka 10.000. Tentu saja ini bukan jumlah yang sedikit, ratusan orang dinyatakan meninggal dunia. 

Warga hendaknya menahan diri dan tidak memaksakan diri menghabiskan waktu berlama-lama di luar rumah. Alasannya murni hanya karena hingga saat ini tidak ada satupun daerah yang berhasil menekan penyebaran Covid-19, bahkan setelah vaksinasi dijalankan. 

Kita harus belajar dari lonjakan angka penderita Covid-19 di India. Saat masyarakat dan pemerintah merasa menang, justru saat itu pula Covid-19 menunjukkan keperkasaan. 

Alhasil, kasus di India, karena Covid-19, meningkat drastis. Bahkan pemerintah kewalahan mengatasi hal ini karena India mengalami kehabisan oksigen medis dan kayu bakar untuk mengkremasi mayat. 

Imbauan pemerintah agar masyarakat terus menjaga protokol kesehatan harus dibarengi dengan kepatuhan. Tanpa rasa hormat terhadap penyakit ini, kita akan terlena dan berpotensi terserang. 

Komentar

Loading...