Unduh Aplikasi

Menghapus Dahaga Pemberantasan Korupsi

Menghapus Dahaga Pemberantasan Korupsi
Ilustrasi: amazon.com

LAMA dinanti, akhirnya Kejaksaan Tinggi Aceh menetapkan dan menahan para tersangka korupsi pembangunan Jalan Muara Situlen-Gelombang. Penahanan para tersangka ini menjadi setetes air yang membasahi dahaga pemberantasan korupsi di Aceh.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Muhammad Yusuf mengatakan para tersangka “memainkan” pembangunan jalan senilai Rp 11,6 miliar dengan cara menukar mata anggaran jalan provinsi itu ke Jalan Kuta Batu Kota Cingkam II.

Seperti tak cukup hanya menukar, pembangunan jalan itu juga tidak selesai. Kualitas pembangunan jalan itu juga tidak sesuai dengan spesifikasi. Ditambah lagi, terjadi perubahan kontrak melebihi 10 persen dari seluruh pekerjaan utama sebesar 41,61 persen.

Untuk kegiatan peningkatan jalan Muara Situlen Gelombang dengan total anggaran Rp 10 miliar berubah dan berkurang menjadi Rp 2,1 miliar. Sedangkan kegiatan peningkatan jalan Kuta Batu Kota Cingkam II, yang awalnya sebesar Rp 1,6 miliar, meningkat menjadi Rp 9,5 miliar lebih. Dan banyak lagi perubahan-perubahan kontrak yang janggal dalam proyek itu.

Modus-modus ini sebenarnya kerap kali digunakan. Di Lhokseumawe, misalnya, sebuah proyek yang tuntas dikerjakan Kembali dianggarkan pada tahun berikut. Oknum pemerintah dan kontraktor berkolusi untuk memastikan anggaran itu dapat dicairkan sembari berharap hal itu luput dari perhatian publik.

Belakangan, karena terungkap, yang miliaran yang berhasil dipindahkan ke rekening perusahaan dikembalikan ke rekening daerah. Para pelaku dan orang-orang yang berharap keuntungan dari pencurian itu berharap kasus ini tidak berlanjut.

Sementara untuk pengurangan mutu infrastruktur atau barang, ini juga sudah menjadi rahasia umum. Dan ini adalah hal-hal yang jamak terjadi. Tanpa pemantauan dari elemen sipil, masyarakat dan tentu saja inspektorat atau aparat penegak hukum, para pencuri dapat melenggang kangkung membawa hasil curian mereka.

Di sinilah peran aparat penegak hukum diperlukan. Sebagai aparat yang digaji untuk melindungi kekayaan negara dari para pencuri itu, kepolisian dan kejaksaan harus mampu bersikap tegas. Mereka adalah pagar yang menjaga agar kekayaan negara, dalam bentuk infrastruktur atau barang, tidak dikorupsi.

Tanpa korupsi, rakyat akan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Jalan yang mereka lewati tidak cepat rusak, sehingga anggaran negara tidak habis hanya untuk menambal lubang di jalan yang sama setiap tahun.

Uang itu juga dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang juga mendesak. Seperti peningkatan taraf hidup lewat pembangunan ekonomi dan program-program penunjang kesejahteraan. Kemiskinan di Aceh ini terjadi karena banyaknya korupsi. Karena itu, aparat penegak hukum harus bisa menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengungkap kejahatan-kejahatan itu dan menyeret para pelakunya ke bui. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...