Unduh Aplikasi

Menggadai Indonesia dengan Utang

Menggadai Indonesia dengan Utang
Foto: Ist

Oleh : Salamuddin Daeng

Berapa besar utang pemerintah hingga tahun 2021 ini? Bisakah tahun ini dan tahun depan pemerintah bayar cicilan utang dan bunga? Kalau tidak terbayar lalu apa resikonya?  Ini beberapa  pertanyaan mendasar yang harus dijawab.

Menarik membandingkan resiko utang terhadap aset. Sebagaimana penilaian resiko utang perusahaan terhadap aset perusahaan. Rujukan kita adalah pendapat Sri Mulyani bahwa aset Indonesia senilai 10.000 triliun rupiah. Aset yang sangat besar menurut Sri Mulyani.

Lalu berapa Utang Pemerintah? Pemerintah  mengambil utang sangat besar kepada lembaga keuangan multilateral, kepada negara lain, dan kepada publik internasional dan kepada masyarakat Indonesia sendiri.

Menurut data Bank Indonesia, utang Pemerintah  terdiri dari dua  bagian besar; pertama, utang luar negeri  Pemerintah. Sampai dengan akhir tahun 2020 utang luar negeri pemerintah senilai 209.246 miliar USD atau senilai 2.930 triliun rupiah.  Utang luar negeri pemerintah ini bersumber dari lembaga keuangan interanasional dan negara lain.

Kedua, utang kepada publik. yaitu utang kepada bank dalam negeri, kepada perusahaan keuangan dalam negeri seperti perusahaan asuransi, perusahaan dana pensiun termasuk dana pensiun BUMN kepada lembaga publik seperti Jamsostek, Asabri, Taspen,  bahkan kepada badan pengelola dana haji dan utang kepada individu atau publik.

Utang ini hasil penjualan Surat Utang Negara (SUN), obligasi negara. Utang  pemerintah kepada publik saat ini mencapai 3.270 triliun rupiah. Utang ini kita sebut saja sebagai utang dalam negeri atau utang domestik.

Jadi dengan demikian maka total utang Pemerintah Indonesia baik  dalam dan luar negeri senilai 6.200 triliun rupiah.

Jika mengacu pada pendapat Sri Mulyani bahwa aset negara Indonesia seluruhnya senilai 10.000 triliun rupiah, maka utang pemerintah bernilai lebih dari separuh negara ini. Kalau tidak bisa bayar maka pemilik uang bisa menyita 62 persen negara Indonesia.

Sepanjang tahun 2020 surat utang negara bertambah 1.000 triliun rupiah lebih. Tahun 2021 pemerintah merencanakan  surat utang negara akan ditambah lagi 1.000 triliun rupiah lebih. Bahkan sampai   tahun 2023 pemerintah akan menambah utang 1.000 an triliun rupiah setiap tahun. 

Akan tetapi sepanjang tahun 2021 utang luar negeri pemerintah tidak bertambah signifikan. Tampaknya tidak ada lembaga keuangan ataupun negara lain yang mau memberikan utang. Barangkali aset senilai 10.000 triliun rupiah yang diklaim Sri Mulyani tidak lagi dianggap bernilai oleh lembaga keuangan maupun negara lain. Jadi kalau Indonesia gak bisa bayar utang, kira-kira apa yang bakal disita?

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...