Unduh Aplikasi

Mengamuk, Massa Bakar Tenda dan Kursi saat Pleno KIP Aceh Besar Berlangsung

Mengamuk, Massa Bakar Tenda dan Kursi saat Pleno KIP Aceh Besar Berlangsung
Massa merobohkan dan bakar tenda di depan gedung DPRK Aceh Besar. Foto: Ist

ACEH BESAR - Sejumlah massa simpatisan partai di Aceh Besar mengamuk saat proses rapat pleno rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar di gedung paripurna DPRK setempat sedang berlangsung, Jum'at (10/5).

Saat pleno sedang berlangsung, keributan kecil terjadi dil pagar gedung DPRK. Massa terus meneriakkan kecurangan, dan meminta KIP untuk membuka kembali beberapa kotak suara seperti yang direkomendasi Panwaslih setempat.

Melihat tuntuntan dan teriakan mereka tidak mendapatkan respon KIP, massa kemudian merobohkan tenda yang berada di luar pagar gedung DPRK tersebut.

Setelah tenda berhasil dirobohkan, massa kemudian menumpukkan sejumlah kursi dan membakarnya, dan api pun sempat menyela. Namun, pihak keamanan yang sudah sigap disana langsung menyiramkan air dari mobil yang telah disiagakan dalam komplek kantor DPRK.

Sejumlah personil kepolisian anti huru hara juga sempat dikerahkan ke luar gedung untuk menghalau massa. Akhirnya, emosi massa dapat diredamkan dan tidak berujung pada anarkis, kerusuhan pun dapat dihindari. 

Meski mendapatkan amukan massa, hingga sore, pleno yang mendapat pengawalan ketat dari personil Polri/TNI itu tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman membenarkan adanya amukan massa yang sempat merobohkan tenda dan membakar kursi di luar gedung dewan tersebut saat proses pleno KIP hari ini. Kata dia, kondisi semakin tak karuan.

"Betul, kondisi semakin kacau," ujarnya.

Seperti diketahui, pleno penghitungan suara KIP Aceh Besar sebelumnya tertunda akibat adanya protes dari sejumlah saksi partai karena banyaknya temuan dugaan kecurangan di tingkat kecamatan. 

Disisi lain, Panwaslih Aceh Besar sendiri juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada KIP untuk melakukan penghitungan suara ulang di sejumlah TPS.  Namun hal itu belum juga diindahkan.

Pleno sempat diskor sejak Selasa (7/5) sore, dan KIP saat itu menyatakan pleno dilanjutkan setelah shalat tarawih yakni pukul 22.00 WIB. Namun malam itu pleno tidak juga berlanjut.

Penundaan pleno oleh KIP Aceh Besar tersebut mendapatkan protes dari sejumlah partai peserta pemilu, seperti Partai Daerah Aceh (PDA), Partai Aceh (PA), Partai Nanggroe Aceh (PNA), dan Partai SIRA.

"Tapi tidak ada itikad baik melaksanakan itu. Kami mendesak putusan tersebut dilaksanakan. KIP skror sidang dan dibuka pukul 22.00 WIB dengan agenda perhitungan suara ulang. Namun tidak ada informasi apapun," tutur penasehat PNA Aceh Besar, Irmansyah dalam konferensi pers beberapa hari lalu di Samahani.

Komentar

Loading...