Unduh Aplikasi

Mengaku Petugas Kesehatan, Penjual Paksa Warga Beli Serbuk Abate

Mengaku Petugas Kesehatan, Penjual Paksa Warga Beli Serbuk Abate
ACEH BARAT- Beberapa hari terakhir warga Aceh Barat diresahkan dengan kehadiran para penjual bubuk abate yang menyebut dirinya dari petugas kesehatan, mereka berjumlah empat orang.

Rahmat Ojer, warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat mengaku nyaris menjadi korban penjual serbuk abate tersebut. Ia dipaksa untuk membeli serbuk itu dengan harga 5 ribu rupiah per sachet.

“Mereka tidak terlihat seperti petugas kesehatan karena menggunakan baju biasa, namun mereka mengaku petugas kesehatan. Saat itu saya dipaksa mengambil dua sachet,”kata Rahmat, Kamis (10/3).

Karena curiga dengan gerak-gerik penjual serbuk abate itu akhirnya rahmat menolak membelinya. Dia menilai setiap ada kegiatan Dinas Kesehatan Aceh Barat terhadap sosialisasi pencegahan nyamuk malaria, Dinas terkait selalu membagi secara gratis kepada warga.

“Hampir rata-rata warga desa saya membeli serbuk tersebut karena berhasil dikelabui oleh mereka. Anehnya saat mereka menyuruh warga membeli serbuk itu, tidak ada panduan, dipaksa beli begitu aja,” kata dia.

Adanya pemaksaan seperti ini, Rahmat menilai sangat meresahkan masyarakat dan ia berharap kepada pihak kepolisian segera menyelidiki kasus tersebut.

Sementara itu kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Menular Dinas Kesehatan Aceh Barat Syuhada mengatakan, adanya orang yang menjual bubuk abate dan mengaku petugas kesehatan bukan hanya kali ini saja terjadi, namun sudah pernah terjadi tahun lalu.

“Kita pernah mengklarifikasi juga kepada media saat itu, ketika ada yang mengaku dari Dinas Kesehatan untuk menjual bubuk abate,”Kata Syuhada.

Syuhada mengaku dirinya juga pernah dipaksa untuk membeli serbuk itu, namun saat dia menyebutkan bahwa ia merupakan orang Dinas Kesehatan, mereka tidak lagi menawarkan dan langsung pergi.

Para penjual serbuk itu kata dia, bukan hanya mengaku sebagai petugas kesehatan namun terkadang juga mengaku berasal dari anggota koperasi putra putri purnawirawan TNI, dan dari lembaga lainnya kepada para warga.

Ia menghimbau kepada warga agar tidak percaya jika ada yang menjual serbuk abate dan mengaku dari Dinas Kesehatan, karena menurutnya pihaknya tidak pernah menjual serbuk abate.

“Kita selalu survei terlebih dahulu daerah yang endemik malaria, jika kita temukan, kita bagikan serbuk secara gratis kepada warga atau kita titip di puskesmas untuk dibagikan,”kata dia.

Komentar

Loading...