Unduh Aplikasi

Mengaku Pendukung Mualem, Penelepon Minta Sejumlah Uang

Mengaku Pendukung Mualem, Penelepon Minta Sejumlah Uang
ilustrasi
LHOKSEUMAWE - Masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya diresahkan dengan aksi penelepon gelap mengatasnamakan dirinya para pentolan Gerakan Aceh Merdeka dan pendukung Muzakir Manaf alias Mualem. Mereka meminta sejumlah uang dan voucher pulsa pra bayar.

Sebelumnya, Ketua Rakan Mualem juga menjadi korban pencatutan nama oleh sindikat penipuan lewat telepn tersebut. Dan kini, pencatut menggunakan nama Ableh Kandang. Nama ini adalah pentolan GAM dan menetap di Aceh Utara.

Modusnya sama. Si penelepon meminta dikirimkan sejumlah uang karena ingin melaksanakan kegiatan khenduri anak yatim untuk memenangkan Mualem. Jika permintaan ini ditolak, mereka meminta dikirimkan voucher pulsa.

"Saya ditelepon diminta mengirimkan sejumlah uang dengan dalih ada khenduri anak yatim di makam Cut Meutia. Tapi saya tidak kirimkan. Lalu dia telepon lagi minta kirimkan pulsa. Dia mengaku sebagai Ableh Kandang. Dari sinilah saya curiga, karena pernah ada teman yang tertipu dengan modus yang sama,” ungkap Mustafa, warga Lhokseumawe.

Setelah itu, sambung Mustafa, dirinya mengecek nomor telepon genggam Ableh Kandang yang asli, ternyata nomornya berbeda. Ableh Kandang, melalui salah seorang temannya mengatakan bahwa Ableh tidak pernah menelepon dan meminta uang atau pulsa pada orang lain.

“Bang Ableh malah sedang di Jakarta, dirinya juga terkejut ada orang yang mencatut namanya. Kami sangat dirugikan. Bang Ableh juga berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya jika ada yang mencatut namanya,” jelas teman Ableh Kandang.

Dari informasi yang dihimpun AJNN, selain Mustafa, ternyata beberapa orang lainnya juga pernah mendapatkan telepon gelap yang sama. Bahkan jaringan penipuan ini juga mengincar beberapa pejabat di Lhokseumawe.

Kepala Polres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono mengatakan belum menerima laporan terkait aksi catut mencatut ini. Dia meminta masyarakat yang merasa dirugikan dan menjadi korban dengan modus penipuan mencatut nama tokoh tertentu. “Siapa yang mengalami hal ini, segera laporkan ke pihak berwajib agar segera ditangani,” kata Anang.

Komentar

Loading...