Unduh Aplikasi

Mengaji dalam Gelap

Mengaji dalam Gelap
Foto: For AJNN

ACEH UTARA - “Butuh biaya besar untuk memasang tiang dan kabel listrik,” kata Teungku Taharuddin, disela-sela mengajarkan puluhan santrinya di Gampong Ceumeucuet, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Sungguh miris, hampir memasuki tahun 2021, masih ada tempat pengajian di pedalaman Kabupaten Aceh Utara belum memiliki lampu penerang berupa listrik.

Di tengah suasana remang-remang dan hanya dibekali dengan lampu senter yang dicas hanya bertahan satu jam, tidak mematahkan semangat guru Qori tersebut untuk terus mengajari dan membimbing puluhan anak-anak dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dibalai pengajian yang hanya berdinding tepah, yang berada di pedalaman Aceh Utara itu, lantunan ayat-ayat suci Alquran terus terdengar, mulai siang hingga malam hari. Ada yang belajar Qori, belajar kitab bahkan ilmu agama lainnya.

“Saya tetap berkeinginan terus mengajarkan anak-anak remaja belajar Qori, agar bisa terhindar dari pengaruh buruk, dan bisa tampil mengikuti musabaqah tilawatil Qur'an kedepan ,” katanya kepada sejumlah awak media, Selasa (10/11).

Tgk Taharuddin menambahkan, untuk memasang kabel dan tiang listrik, dirinya mengaku terkendala biaya, sedangkan rumah yang ditempatinya itu juga merupakan rumah bantuan untuk dhuafa.

“Semoga saja ke depan, ada pihak yang mau membantu dari segi listrik, karena sudah lima tahun mengajar dalam kondisi seperti ini,” tutur Dewan Hakim MTQ Aceh Utara tersebut.

Sementara itu, seorang warga asal Gampong Alue Rambe, Jufri Arrahman mengatakan, saat mengantarkan anaknya agar bisa belajar Qori di tempat pengajian itu, dirinya mengaku sangat perihatin dengan kondisi yang dilihatnya.

“Semoga ke depan, tempat pengajian ini bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, demi anak-anak pedalaman yang ingin belajar ilmu agama,” pungkas Jufri.

Komentar

Loading...