Unduh Aplikasi

Mengadang Berhala Tambang

Mengadang Berhala Tambang
ilustrasi: Boombastis.com

ACEH kini tak lagi bergantung pada tambang. Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menegaskan sektor ini bukan prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Aceh. Masa depan itu adalah industri kecil dan menengah. Aceh punya segala persyaratan untuk bangkit di sektor yang kerap dianggap sebelah mata ini.

Satu langkah penting itu adalah surat Pemerintah Aceh kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Dalam surat itu, Pemerintah Aceh mencabut rekomendasi Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) nomor 545/12261.

Pemerintah Aceh menegaskan, dengan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, izin usaha pertambangan (IU) PT Emas Mineral Murni (EMM) dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI bertentangan dengan Undang-Undang Pemerintah Aceh yang menjadi ruh pembangunan di daerah ini. Terang benderanglah larangan beroperasinya perusahaan penambangan emas ini di Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Sektor pertambangan, terutama emas, selama ini lebih banyak mendatangkan kesengsaraan ketimbang membawa nikmat bagi masyarakat. Kenikmatan itu hanya dirasakan oleh segelintir orang. Mereka adalah para pemilik perusahaan dan pejabat korup yang memberikan restu penambangan atas nama “menambah kekayaan negara”.

Yang terjadi sebaliknya. Masyarakat yang hidup di sekitar areal pertambangan kerap dirundung kemiskinan. Hak mereka untuk mendapatkan lingkungan hidup bersih dan sehat sirna, berganti dengan ancaman penyakit akibat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

Tentu saja Nova harus meyakinkan banyak pihak untuk mendukung kebijakan Pemerintah Aceh ini. Tidak hanya di pusat, namun juga di kepala daerah di seluruh Aceh agar mereka mau melihat lewat kacamata yang sama terhadap masalah pertambangan.

Seluruh elemen, baik di pemerintahan, aparat penegak hukum, iintelijen, atau militer, harus memahami dan mendukung langkah Pemerintah Aceh ini. Ini adalah upaya “logis” untuk menyelamatkan kehidupan manusia di Aceh. Jangan sampai satu keserakahan merusak dan memberikan kesengsaraan bagi jutaan makhluk hidup yang mendiami bumi Aceh.

Komentar

Loading...