Unduh Aplikasi

Menelusuri Jejak Rekomendasi Tambang CnC

Menelusuri Jejak Rekomendasi Tambang CnC
Konsep surat yang dilampirkan Kadis ESDM Aceh dalam surat balasan kepada Sekda

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Dermawan merekomendasikan 17 perusahaan tambang kepada Kementerian ESDM untuk dikeluarkan sertifikasi clean and clear (CnC). Dalam rekomendasi yang disampaikan melalui surat bernomor 545/22651 tanggal 28 Desember 2016 itu terdapat empat perusahaan tambang yang izinnya sudah dicabut bupati.

Penelusuran AJNN, asal usul rekomendasi Sekda itu berawal dari Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tanggal 25 November 2016 Nomor: 9206/30/MEM.B/2016 tentang Penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral dan Batubara yang ditujukan kepada Kemendagri dan ditembuskan kepada Gubernur seluruh Indonesia.

Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

 

Surat Menteri ESDM itu dalam rangka evaluasi penertiban Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara di Indonesia sebagai pelaksana Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 43 Tahun 2015 tentang Tata Cara Evaluasi Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam surat tersebut Menteri ESDM meminta Mendagri memerintahkan gubernur, bupati dan wali kota seluruh Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan IUP mineral dan batubara nasional.

Menanggapi Surat Menteri ESDM, Sekda pada tanggal 8 Desember 2016 menyurati Kepala Dinas ESDM Aceh. Dalam surat bernomor 540/21710 itu Sekda meminta Kadis ESDM mempelajari dan menidaklanjuti surat Menteri ESDM sesuai Perundang-undangan, sembari menunggu arahan selanjutnya dari Kemendagri.

Surat Sekda kepada Kadis ESDM Aceh

Pada 16 Desember 2016 kemudian Kadis ESDM Aceh yang saat itu dijabat T Syakur membalas surat Sekda dengan melampirkan konsep surat daftar IUP yang direkomendasi untuk mendapat status CnC untuk dikirim Sekda ke Menteri ESDM.

Setelah Sekda mengirim surat rekomendasi IUP CnC sesuai konsep yang diberikannya ke Menteri ESDM pada tanggal 28 Desember, T Syakur malah mengirimkan surat kepada Direktur Jendral Mineral dan Batubara Kementerian ESDM pada tanggal 1 Maret 2017.

Surat balasan Kadis ESDM kepada Sekda

 

Dalam surat bernomor 540/144 itu, T Syakur menyebutkan empat diantara perusahaan yang direkomndasikan Sekda untuk mendapat CnC sudah dicabut izinnya oleh bupati. Namun diakhir surat tersebut Syakur juga mengharapkan pertimbangan Kementerian ESDM atas layak tidaknya perusahaan tersebut ditetapkan status Clean and Clear.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh AJNN, per Februari 2017 keseluruhan dari 17 IUP yang direkomendasikan mendapt CnC masih dalam status non CnC.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani berpendapt dari dokumen yang ada, seharusnya pemerintah Aceh tidak mengusulkan 17 IUP tersebut untuk direkomendasikan mendapatkan status CnC.
"Sebaliknya yang harus dilakukan adalah Pemerintah Aceh berani menerbitkan pencabutan IUP bagi perusahaan non CnC tersebut," katanya.

Sementara itu, T Syakur yang kini menjabat sebagai staf ahli gubernur dan anggota Komisi Pengawas BP Migas Aceh, saat dikonfirmasi AJNN membenarkan surat usulan IUP CnC yang dikirim Sekda ke Kementerian ESDM berasal dari Dinas ESDM Aceh.

"Surat Sekda tersebut memang berasal dari kami, setelah diusulkan baru ketahuan ada empat IUP telah dicabut bupati. Karena Khawatir empat IUP ditetapkan CnC, agar cepat saya minta izin ke Sekda menyurati Dirjen Menerba untuk menginformasikan bahwa diantara yang diusukan tersebut empat diantaranya telah dicabut bupati," katanya.

Syakur menyebutkan hal ini terjadi karena saat serah terima Penyerahan Personal dan Dokumen (P2D) dari kabupaten kota ke Gubernur 26 Oktober 2017, dokumen-dokumen perizinan tidak turut diserahkan oleh kabupaten kota, sehingga Dinas ESDM tetap mengacu kepada data yang ada di Distamben waktu itu.

"Namun demikian ketika kami mengetahui bahwa empat IUP tersebut telah dicabut, kami segera memberitahukan kepada Dirjen Minerba. Sejauh yang saya tahu, ke empat IUP tersebut tidak ada yang ditetapkan menjadi CnC," katanya.

"Saya juga siap berdiskusi terkait dengan hal ini agar duduk soalnya jelas, karena selama ini ada dugaan seolah ada 'permainan' sesuatu dibalik surat sekda tersebut. Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada konspirasi dalam bentuk apapun dalam proses ini," tambahnya.

Komentar

Loading...