Unduh Aplikasi

Meneladani Perempuan Zaman Rasul Lewat Sekolah Al-Khansa

Meneladani Perempuan Zaman Rasul Lewat Sekolah Al-Khansa
Ilustrasi.

BANDA ACEH - Berbagai cara dilakukan untuk menumbuhkan minat menulis kepada muda mudi. Tak hanya di sekolah, kini belajar menulis juga dapat dilakukan di Warung yang biasannya menjual makanan dan minuman, salah satunya di Warung Menulis.

Di warung yang berlokasi di Jalan Blang Bintang Lama, Gampong Lambaro Deyah Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar ini, pengunjung dapat menuangkan ide dalam tulisan, sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan.

Munawarah, pengelola warung mengatakan, Warung Penulis merupakan tempat makan berkonsep kafe zaman now yang tidak hanya menyediakan menu makanan dan minuman tapi juga “menu” sekolah menulis. Sekolah yang bernama Al-Khansa ini berdiri tahun 26 November 2018 dan lahir atas keprihatinan menurunnya minat menulis muda-mudi. saat ini.

"Pendiriannya terinspirasi dari nama salah satu perempuan hebat pada zaman Rasulullah SAW, Al-Khansa Binti Amru yang memiliki keteguhan dan kepandaiannya dalam menyusun untaian kata. Sekolah menulis Al-Khansa’ diharapkan bisa melahirkan penulis-penulis yang cerdas seperti Al-Khansa," kata Munawarah.

Pendiriannya kata Munawarah, dilatarbelakangi kesulitan yang dirasakan sebahagian orang jika hendak menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Program sekolah menulis Al-Khansa lanjut Munawarah bertujuan mendidik dan membimbing siapa saja, tua-muda, berbagai profesi, laki-perempuan yang berminat dengan dunia menulis.

"Suka menulis tapi tidak tahu mau menulis bagaimana, dan berbagai stagmen tentang menulis yang kita dengar di luar sana. Kini warung penulis menjawab semuanya. Dengan keteguhan dan istiqamah serta wawasan yang luas sehingga mampu merubah dunia dengan karya-karya yang dihasilkan," ujar mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry jurusan Manajemen Dakwah ini.

Menurutnya, keberadaan sekolah Al Khansa merupakan wadah yang sangat bermamfaat bagi peminat dunia menulis. Ini karena apapun profesi dan tingginya cita-cita namun kemampuan menulis dinilai penting.

"Nongkrong di warung penulis tidak hanya menambah energi badan namun juga wawasan. Menikmati secangkir kopi yang menghasilkan karya, alangkah indah bukan?. Jadi wrung menulis dijalan Blang Bintang Lama KM. 8.5 Simpang Lambaet ini harus jadi salah satu list tempat kunjungan mahasiswa dan para pecinta dunia menulis,"ujar Munawarah.

Sekolah menulis didirikan Hj. Siti Rahmah, bersama rekannya Chief Editor Green Journalist Muhammad Nizar dan keduannya menjadi mentor tetap. Adapun koordinator untuk kegiatan menulis gelombang pertama adalah Zul Hilmi, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

"Setiap gelombang di ketuai mahasiswa dan mahasiswi yang gemar menulis. Ini untuk melatih leadership dan tanggung jawab sehingga melahirkan penulis yang kritis, kreatif dan inovatif. Siti Rahmah adalah seorang penulis yang telah menghasilkan beberapa karya salah satunya Jejak Setapak di Tanah Rencong, buku terakhir yang baru di publish ke publik. Berdirinya sekolah menulis Al-Khansa’ juga dibantu pemikiran oleh Anharullah, Norma Manalu, Narya Ison.

Sekolah menulis tambah Munawarah dibuka setiap Sabtu pukul 16.00 WIB karena dinilai waktu yang tepat bagi setiap orang suka menulis. "Kegiatan juga tepat bagi pemula yang ingin karyanya dimuat ke media, baik media cetak maupun media online, karena ini salah satu sasaran yang ingin di tujuan siswa-siswi sekolah menulis Al-Khansa," ungkap Munawarah.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...