Unduh Aplikasi

Mendulang Rezeki dari Hobi Memelihara Kucica Hutan

Mendulang Rezeki dari Hobi Memelihara Kucica Hutan
Salah satu Murai Batu ekor panjang hasil penangkaran milik Rudianto. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Bermula dari hanya sekedar hobi memelihara burung bekicau, Rudianto (40), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Singkil kini sukses mendulang rezeki dari menernakkan burung Murai Batu khas kepulauan banyak Aceh Singkil.

Berawal dari sepasang Murai Batu yang dibelinya seharga Rp 5 juta, kini Rudianto berhasil mengembang biakkanya menjadi 14 ekor indukan, penengkaran yang ia lakukan di halaman belakang rumah yang terletak di Desa Pulau Sarok, Singkil itupun kini telah berhasil mempekerjakan warga setempat.

"Saya kan hobi pelihara burung Murai Batu, saya beli sepasang seharga Rp 5 juta lalu saya coba mengembang biakkanya, Alhamdulilah ternyata berhasil," kata Rudianto, Senin (14/11).

Rudianto menuturkan, penangkaranya Kucica Hutan--atau sering disebut burung Murai Batu--kini dapat menghasilkan 8 sampai 10 ekor setiap bulanya. Hasilnya pun lumayan, untuk murai jantan dijual dengan harga Rp 3 juta, sedangkan betina dihargai sebesar Rp 9 ratus ribu per ekornya. Jika dirata-ratakan, dalam sebulan Rudianto mampu meraup keuntungan lebih dari Rp 10 juta, untuk biaya pakan dan karyawan per bulanya menghabiskan Rp 1,7 juta.

"Alhamdulilah, sejak saya memulai usaha ini sekitar satu setengah taun lalu, akhirnya bisa mengembang biakkan murai ini, sehingga habitnya di luar sana tidak lagi terganggu, Murai kita memiliki ciri khas sendiri, yakni suaranya lebih keras sehingga banyak peminatnya," ujar Rudianto.

Penangkaran Murai Batu yang dipelajarinya secara otodidak atau hanya dengan manfaatkan sumber dari internet itupun kini kebanjiran orderan dari para penggemar keciaun merdu murai tersebut, bahkan bagi yang berminat harus antri hingga berbulan-bulan untuk bisa memilikinya.

"Kalau mau beli harus pesan dulu, sekarang saja sudah ada 70 antrian, karena memang masih terbatas, ini saja pun sering terkendala pakan yang kami datangkan dari medan," ujarnya.

Pelanggannya pun tak hanya dari Aceh, pegemar murai ekor panjang dari Sumatera Utara, Sumatra Barat bahkan Solo, Jawa Tengah pun tak ketinggalan. Rudianto sendiri kini mencoba peruntungan lain dengan melakukan penangkaran Love Bird dan jenis Cucak.

 

Komentar

Loading...