Unduh Aplikasi

Menderita Lumpuh Layu, Jeritan Amiruddin Belum Berakhir

Menderita Lumpuh Layu, Jeritan Amiruddin Belum Berakhir
Amiruddin (17) Terbaring tak Berdaya di Rumah Sakit Cut Mutia

ACEH UTARA - Penderitaan hidup Amiruddin (17) pria asal Gampong Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, belum berakhir. Karena sering kumat, penderita lumpuh layu tersebut akhirnya harus dirujuk kembali ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) sejak kamis lalu.

Dari informasi yang diterima AJNN, dalam sepekan terakhir, kondisi Amiruddin cukup memprihatinkan. Ia sering mengalami kejang-kejang dan terkadang menjerit kesakitan.

"Saya dapat telrpon dari ibunya yang meminta bantuan membawa Amiruddin lagi ke rumah sakit karena kondisinya cukup mengkhawatirkan," ujar Musfendi, Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Aceh (LPDA) saat diwawancarai AJNN, Sabtu, (21/10).

Pihaknya lalu mengupayakan ambulance untuk menjemput Amiruddin lalu membawanya ke rumah sakit. Saat ini Amir sudah mendapatkan penanganan medis dan dirawat intensif di ruangan saraf.

"Sudah dirawat, tapi dia masih sering kejang-kejang sambil menjerit. Meski demikian kondisinya sudah mulai membaik dari sebelumnya," ungkap Musfendi.

Sementara itu, ibu kandung Amiruddin, Muridah, menceritakan selama di rumah, anaknya sering kejang sambi menjerit menahan sakit.

"Jika anak saya lagi kejang dan menjerit, saya hanya bisa pasrah sambil membacakan ayat kursi di dekat telinga. Biasanya akan tenang sebentar. Nanti kumat lagi, begitu setiap hari," ujar Muridah.

Kemudian Muridah menceritakan ikhwal Amiruddin divonis lumpuh layu. Suatu ketika saat umur Amiruddin masih berusia 19 bulan, ia diserang demam tinggi.

"Kala itu Amir pernah saya bawa ke Puskesmas dan disuntik tiga kali. Setelah itu, kondisinya tak kunjung sembuh. Malah sejak itu justru Amir sering kejang-kejang dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Anak saya akhirnya divonis lumpuh layu," ulas Muridah dengan nada sedih.

Keluarga sudah berusaha keras menyembuhkan penyakit Amir. Tapi apa daya, keterbatasan biaya pula-lah yang menjadi kendala bagi keluarga untuk mengobati Amir.

"Sepertinya sejak disuntik itulah anak saya menderita lumpuh layu. Karena setelah itu, anak saya tidak bisa bicara dan pertumbuhan berat badannya pun gak normal lagi layaknya anak lain seusianya," sebut Muridah.

Sempat di bawa ke Rumah Sakit di Lhokseumawe. Dokter meminta untuk di operasi, namun sang ibu tidak mau dengan berbagai alasan serta pertimbangan.

Derita hidup Amir tak sampai disitu. Ia harus hidup bersama ibunya di sebuah gubuk tua. Amir sudah yatim, sang ayah yang telah meninggal dunia beberapa tahun silam.

"Sekarang saya tulang punggu keluarga. Kerja saya hanya buruh tani. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja susah, apalagi mengobati Amir. Semoga pemerintah dan dermawan mau meringankan beban hidup kami," harap Muridah.

Bagi para dermawan yang mau mewakafkan sedikit hartanya untuk membantu Amiruddin bisa disalurkan melalui Bank BNI 4533 15197 atas nama Lembaga Peduli Dhuafa Aceh. Atau menghubungi langsung ke nomor telepon 085371266650.

Komentar

Loading...