Unduh Aplikasi

INTERMESO

Mendekat

Mendekat
Ilustrasi: listverse

IDUL Adha biasa kita sebut dengan hari raya kurban. Kurban sendiri berarti mendekat. Kata ini berasal dari kata qaraba-yuqaribu. Salah satu kata serapan yang lain, yang juga biasa kita gunakan, adalah saat menyebut sahabat dekat dengan karib.

Jadi, saat kita berkurban, kita bukan sedang mengorbankan. Ini adalah pemahaman yang keliru, jauh panggang dari api. Ibrahim as bukan sedang mengorbankan anaknya, Ismail as, saat Allah SWT menggantinya dengan seekor kambing.

Kambing itu juga bukan korban, apalagi tumbal. Saat kita menyerahkan seekor kambing atau sapi untuk dikurbankan, bukan berarti kita berkorban. Jangan salah sangka, karena itu akan membawa dampak berbeda dalam nilai ibadah yang kita jalankan. Kurban dan korban adalah dua kata yang sangat bertentangan maknanya.

Korban itu selalu berkonotasi buruk. Si fulan menjadi korban kejahatan. Si fulin menjadi korban perampokan. Tak ada yang mau menjadi korban. Akibat kesalahan pemahaman itu, maka banyak orang di negara kita rela mengorbankan orang lain. Seolah-olah dia adalah Ibrahim yang mengorbankan Ismail.

Kurban itu berkonotasi positif. Ismail bukan tumbal. Ibrahim bukan sedang menyia-nyiakan anak lelaki yang dinantinya bertahun-tahun. Ismail dan Ibrahim, saat itu dalam posisi yang sejajar. Mereka sedang mendekatkan diri pada Allah.

Lihatlah dialog mesra dua hamba Allah yang mulia itu dalam Alquran. "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu."

Ismail, dengan penuh keyakinan berkata, "wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

Tak ada perasaan angkuh seorang ayah atau perasaan takut seorang anak. Dialog itu adalah percakapan paling demokratis yang pernah kita kenal. Keduanya mencoba mendekat. Menjadi lebih intim untuk sama-sama berharap rida Allah.

Tak ada korban. Tak ada sikap otoriter. Yang ada hanya kedekatan. Kedekatan yang membawa keduanya lebih dekat kepada Sang Pencipta. 

Komentar

Loading...