Unduh Aplikasi

Mendagri Kirim Surat ke DPRA Minta Fasilitasi Pelantikan Gubernur Aceh

Mendagri Kirim Surat ke DPRA Minta Fasilitasi Pelantikan Gubernur Aceh
Dua surat terkait pelantikan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Kementerian Dalam Negeri mengirimkan surat kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam rangka untuk mengfasilitas pelantikan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh definitif.

Surat tersebut dikirimkan pada 3 November 2020. Dimana dalam surat itu dijelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 95/P Tahun 2020 tentang Pengesahan Pemberhentian Dengan Hormat Wakil Gubernur Aceh sisa masa jabatan tahun 2017-2022 dan pengesahan pengangkatan Gubernur Aceh sisa jabatan tahun 2017-2022.

Dalam surat itu, Mendagri meminta agar agar DPRA untuk mengfasilitasi persiapan dan pelaksanaan rapat paripurna DPRA dalam rangka pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

“Saat ini bapak Menteri Dalam Negeri telah mengagendakan pelantikan dan pengambilan sumpah Ir Nova Iriansyah M.T sebagai Gubernur Aceh dalam rapat paripurna DPRA pada hari Kamis, 5 November 2020 di Banda Aceh,” tulis surat yang bernomor 131.11/5668/OTDA.

Menanggapi surat Mendagri itu, Ketua DPRA langsung mengeluarkan surat undangan pelantikan yang akan berlangsung pada 5 November 2020.

Surat undangan itu juga dikeluarkan pada 3 November 2020, setelah menerima surat dari Mendagri. Surat undangan itu diteken oleh Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin. Pelantikan akan digelar pada pukul 09.00 WIB di Gedung Utama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Sebelumnya, Wakil Ketua III DPRA Safaruddin mengatakan, menurut informasi dari Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kemendagri Andi Batara Lifu, Mendagri Tito Karnavian baru menghadap Presiden Jokowi meminta persetujuan tanggal 5 November 2020 akan diadakan pelantikan Gubernur Definitif. 

Baca: Hendra Budian: Anggota Fraksi Golkar akan Hadir dalam Pelantikan Nova Iriansyah

"Informasi yang disampaikan oleh Pak Andi Batara Lifu dihadapan saya dan pimpinan DPRA juga ada tim TAPA, mendagri baru saja menghadap presiden, meminta persetujuan tanggal 5 diadakan pelantika. Alhamdulillah Presiden menyetujui tanggal 5 itu agar menteri melantik Nova Iriansyah," kata Safaruddin, saat di hubungi AJNN, Senin (2/11). 

Meskipun waktu pelantikan tinggal menghitung hari, DPRA akan melalukan persiapan pelantikan semaksimal mungkin.

"Tentu karena waktunya agak terbatas, persiapan yang pasti kita maksimalkan, baik persiapan tempat dan juga mengatur SOP protokol kesehatan," ujarnya. 

Ia menjelaskan, karena pelantikan Nova Iriansyah bukan paripurna pengambilan keputusan atau persetujuan, maka tidak harus memenuhi quorum. "Karena ini bukan paripurna pengambilan keputusan atau persetujuan maka tidak harus quorom, karena ini sifatnya pengumuman saja," tuturnya. 

Hal tersebut mengacu sesuai dengan regulasi Undang-Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun 2006. 

Komentar

Loading...