Unduh Aplikasi

Mencoret Kandidat Berlaku Buruk

Mencoret Kandidat Berlaku Buruk
Ilustrasi.

MASA kampanye menjadi ajang kandidat mengenalkan diri dan program mereka kepada masyarakat. Beragam cara dilakukan. Mulai kampanye dialogis hingga pemasangan poster diri.

Pemasangan poster memang sah-sah saja. Tapi hal ini kerap dilakukan sembarang dan tidak memperhatikan keindahan daerah. Di hampir seluruh penjuru Aceh, terutama di daerah-daerah yang menggelar pemilihan bupati atau wali kota, poster-poster ini menghiasi.

Yang paling mudah adalah dengan memasang poster dan alat peraga sejenisnya di pohon-pohon, di taman-taman, atau di fasilitas umum lainnya. Bahkan banyak kandidat yang menempelkan poster mereka di tiang penyangga lampu lalu lintas.

Tindakan ini jelas membuat buruk wajah kota. Menimbulkan kesan semrawut dan jorok. Padahal jelas sekali aturan tentang pemasangan alat peraga ini. Namun bagi para kandidat dan tim suksesnya, hal ini dianggap angin lalu.

Karena itu, Panitia Pengawasan Pemilihan dan Komisi Independen Pemilihan harus bertindak. Tak baik jika dua lembaga ini mendiamkan saja aksi “tak peduli” kandidat terhadap pelanggaran ini. Ini sama saja dengan merestui tindakan tersebut.

Masyarakat juga harus memberikan “hukuman” terhadap ketidakpedulian para kandidat ini. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengirimkan aduan kepada Panwaslih atau lebih ekstrim lagi: jangan pilih kandidat yang tak peduli.

Bayangkan saja, saat ini, sebelum menggenggam kekuasaan, mereka sudah tak peduli dengan kondisi lingkungan. Konon lagi jika mereka berkuasa. Bisa-bisa mereka semakin tidak peduli, meski di poster itu tersungging senyuman manis. Kandidat model ini pantas dicoret dari daftar pemimpin yang baik. Mereka tak pantas dipilih.

Komentar

Loading...